Berita

Garut Masih Bertahan di Level 3 Akibat Data Cakupan Vaksinasi tak Masuk

×

Garut Masih Bertahan di Level 3 Akibat Data Cakupan Vaksinasi tak Masuk

Sebarkan artikel ini
Suasana pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Baru Kadungora (Ring 1), Kabupaten Garut, Sabtu (3/7/2021). (Foto: Muhamad Azi Zulhakim)

GOSIPGARUT.ID — Kabupaten Garut masih harus bertahan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada periode 16-29 November berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru. Padahal, cakupan vaksinasi Covid-19 di daerah itu telah memenuhi target untuk bisa menerapkan PPKM Level 2.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, masih bertahannya Kabupaten Garut di Level 3 adalah karena data cakupan vaksinasi yang masuk ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih belum memenuhi target. Data cakupan vaksinasi per Minggu (14/11/2025) malam, yang disebut telah mencapai target, tak dijadikan dasar untuk menentukan level PPKM.

Cut off datanya itu hari Sabtu (13/11/2021), ketika cakupan vaksinasi lansia kita masih di 39,2 persen. Kita juga baru tahu kalo cut off-nya diambil Sabtu. Memang masuk akal kalau Inmendagri keluar Senin, mereka kan harus mengolah juga. Tidak mungkin data Minggu malam yang diambil,” kata dia, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga:   Kepala Desa di Garut Belum Menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan, Ini Alasannya

Alhasil, dalam Inmendagri terbaru, Kabupaten Garut masih harus menerapkan PPKM Level 3. Namun, pada evaluasi PPKM berikutnya, Kabupaten Garut dipastikan akan menerapkan PPKM Level 2.

Leli menyebutkan ihwal pelonggaran aktivitas masyarakat, hal itu tergantung kebijakan Bupati yang akan diterapkan oleh Bupati Garut. “Secara angka, seharusnya sudah layak masuk level 2. Namun di Inmendagri masih level 3,” ujar dia.

Baca Juga:   Polisi Sebut Mayat Pria yang Ditemukan di Sungai Cikamiri Garut Diduga Korban Pembunuhan

Menurut Leli, meski target 50 persen cakupan vaksinasi di Kabupaten Garut telah tercapai, percepatan tetap akan dilakukan. Sebab, Bupati Garut menargetkan cakupan vaksinasi sudah dapat mencapai 70 persen pada akhir Desember.

Namun, ia meminta petugas di lapangan juga tak terlalu memaksakan dalam proses percepatan vaksinasi. “Kita juga sudah memohon ke Bupati agar tenaga vaksinator diberi waktu istirahat, Minggu dikasih libur. Karena selama ini terus berjalan sepekan penuh. Jadi petugas jaga kondisi juga, jangan terlalu memaksakan,” kata dia. (Rep.Jbr)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *