Berita

Sejumlah Proyek di Garut Gagal Tender Gegara Pandemi Covid-19

×

Sejumlah Proyek di Garut Gagal Tender Gegara Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Gagal lelang.

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah proyek (kegiatan) di Kabupaten Garut yang tender atau lelangnya sudah dimulai pada Desember 2019, tidak jadi ditenderkan gegara mewabahnya Covid-19.

Proyek tersebut meliputi kegiatan bersumberkan dana alokasi khusus (DAK) APBN, Bantuan Keuangan (Bankeu) APBD Provinsi Jawa Barat maupun Dana Alokasi Umum  (DAU) APBD Garut.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Margiyanto menyebutkan, tender proyek di Kabupaten Garut sudah dimulai pada Desember 2019 berkaitan konsul pengawasan sarana olahraga dan akuatik, dan pemenangnya sudah muncul pada Februari.

Baca Juga:   Sumba Barat Bercerita: Ahmad Riza Patria Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Desa

“Namun karena terjadi wabah Covid-29, pada Maret, dilakukan refokusing dan realokasi anggaran kegiatan. Baik kegiatan bersumber DAU, Bankeu Provinsi maupun DAK,” ujar dia.

Margiyanto menambahkan, salah satunya kegiatan pembangunan SOR dan akuatik, serta pembangunan sejumlah ruas jalan termasuk pembangunan jalan lingkar Cipanas.

Menurut dia, selain terdampak refokusing dan realokasi anggaran akibat Covid-19, beberapa proyek terancam tidak dapat direalisasi dengan beragam penyebab.

“Semisal pembangunan jembatan Maktal Dua yang mengalami gagal tender karena tidak ada pemenang dalam proses tendernya. Pembangunan Pasar Cikajang yang tak jadi ditenderkan bahkan tak jadi dianggarkan karena ada prasyarat di lapangan belum terpenuhi,” kata Margiyanto.

Baca Juga:   Dampak Corona, Ribuan Pekerja Industri Kerajinan Kulit Garut Dirumahkan

Ia mengatakan, terdapat pula kegiatan gagal pada tender awal namun terus diproses ditenderkan lagi, semisal pembangunan Pasar Leles tahap ketiga. Kebanyakan proyek tidak jadi ditenderkan kegiatan bersumberkan DAK, seperti kegiatan pembangunan irigasi-irigasi.

“Sampai saat ini, ada 122 paket kegiatan masuk ULP (Unit Lelang Pangadaan). Namun dari jumlah tersebut belum diketahui pasti, berapa banyak kegiatan yang gagal tender atau tidak jadi ditenderkan karena sebagian proses tendernya masih berjalan. Termasuk juga ada yang sebelumnya gagal tender namun kemudian dibuka lagi tendernya karena memang masih ada waktu,” kata Margiyanto.

Baca Juga:   1.048 ODP di Garut Jalani Rapid Test, Lima Kasus Dinyatakan Reaktif

Berkaitan apakah kegiatan-kegiatan gagal direalisasi akibat tidak jadi ditenderkan maupun gagal tender akan dianggarkan kembali pada tahun berikutnya, ia menegaskan hal itu bergantung kepada masing-masing dinas teknis terkait. (IK/Zainulmukhtar)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *