GOSIPGARUT.ID — Pemekaran selalu menjadi hal menarik untuk dibahas pelbagai pihak dan menimbulkan polemik. Tak terkecuali pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Jawa Barat. Meski begitu, wacananya seperti timbul-tenggelam. Bila dipadatkan, ada dua formula usulan yang menyeruak.
Pertama, pemekaran hanya di tingkat kabupaten/kota. Gubernur Jabar Ridwan Kamil misalnya, termasuk dalam kategori ini. Ia bertekad mendorong fokus pemekaran kabupaten/kota di wilayah Jabar bagian selatan.
Pertimbangannya, untuk memudahkan pelayanan publik dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut yang notabebe relatif tertinggal dibandingkan dengan kawasan Jabar bagian utara.
Setidaknya, saat ini sudah ada tiga calon kabupaten baru yang sudah sampai ke DPR, yakni calon Kabupaten Bogor Barat, Sukabumi Utara, dan Garut Selatan. Hanya saja pembahasannya saat ini terhenti karena adanya moratorium pembentukan DOB sejak 2016 lalu.
Kedua, membagi Jabar menjadi dua atau lebih provinsi. Meski demikian, belum ada usulan yang mengerucut. Usulan pembentukan Provinsi Cirebon Raya, misalnya, hingga kini belum ada titik terangnya.
Belakangan muncul gagasan Provinsi Parahyangan (Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, dan Pangandaran).
Calon senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Jawa Barat, Sapei ST mengomentari wacana pemekaran wilayah di Provinsi Jawa Barat ini.
Menurut pria berusia 43 tahun ini, dasar penting bagi pemekaran wilayah, adalah upaya mempermudah, mempercepat dan meningkatkan kualitas berbagai layanan publik pada rakyat.
Selain itu, juga untuk memperpendek rentang kendali rakyat atas kekuasaan dalam mengelola berbagai sumber daya ekonomi yang menyangkut sumber penghidupannya.
“Tentu saja pertimbangan penting lainnya adalah daya dukung alam dan kemampuan dalam hal mitigasi bencana,” tandas Sapei.
Terkait hal itu, seluruh wilayah Jawa Barat memiliki kerentanan bencana yang cukup tinggi berupa gempa, banjir, longsor, gunung berapi dan kekeringan. Oleh karenanya, pemekaran wilayah juga penting diukur dalam kaitannya meningkatkan kemampuan mitigasi sekaligus kecepatan dalam hal penangangan tanggap darurat bencana.
“Jika pemekaran dilakukan berdasarkan empat pertimbangan di atas, saya sangat sependapat dengan usulan perlunya dilakukan pemekaran provinsiJawa Barat,” ujar Sapei.
Ditegaskan dia, idealnya Provinsi Jawa Barat bisa dimekarkan menjadi 3 wilayah propinsi. Pada tingkat kabupaten, ada beberapa wilayah yang layak dimekarkan, yakni: Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Kabupaten Bandung. ***


.png)










