Budaya

Psykolog Nurlela: Pandemi Covid-19, Cara Alloh Menegur Kita untuk Perbaiki Keimanan

×

Psykolog Nurlela: Pandemi Covid-19, Cara Alloh Menegur Kita untuk Perbaiki Keimanan

Sebarkan artikel ini
Dra. Nurlela, psykolog dan Ketua Bidang Layanan Konseling Keluarga PW Persistri Jawa Barat. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Pandemi Covid-19 tidak semata memberikan kekhawatiran dan dampak ekonomi, namun juga memberikan hikmah dan pelajaran berharga yang bisa digali dan direnungi. Apalagi bagi umat muslim yang mempunyai keyakinan bahwa setiap kejadian dan musibah tidak akan terjadi jika tidak karena kehendak-Nya.

Namun setiap orang memiliki kemampuan dan pengalaman masing-masing untuk menentukan kualitas dan kuantitas dalam menggali hikmah di balik musibah pandemi Covid-19.

Psykolog dan Ketua Bidang Layanan Konsultasi Keluarga PW Persistri Jawa Barat, Dra. Nurlela, mengatakan pandemi Covid-19 harus dihadapi dengan kekuatan sabar agar tidak stres. Penting bagi kita untuk memahami musibah ini sebagai ketetapan-Nya serta fokus dan terus sabar ke solusi, ambil solusi yang tidak menyalahi Alloh SWT dan rasul-Nya, yang tidak menyalahi anjuran pemimpin/pemerintah selama tidak menyalahi aturan Alloh SWT.

Baca Juga:   Optimalkan Ramadhan, Yasuma Gelar Sejumlah Kegiatan Bakti Sosial

“Sangat penting bagi kita untuk memperbaiki keimanan, karena sesungguhnya hidup itu lapisan demi lapisan ujian, baik berupa kesulitan maupun kemudahan meski terkadang kita beranggapan bahwa ujian itu berupa kesulitan,” ujar dia.

Menurut Nurlela, pandemi Covid-19 mungkin menjadi cara Alloh SWT untuk menegur kita. Karena saat kita diuji dengan kemudahan kita lupa, tetapi saat kita diuji dengan kesulitan kita mengingat-Nya.

“Hikmah pandemi Covid-19, bisa dilihat dari berbagai aspek. Aspek spiritual kita bisa lebih dekat kepada-Nya. Aspek sosial, kita lebih peka dan peduli terhadap sesama. Saat pemberlakuan sosial distancing, kita dituntut untuk peduli kepada sesama yang terhambat aktifitasnya dan kekurangan bahan makanan. Kita juga bisa lebih dekat ke keluarga, bisa memperbanyak ibadah kepada Alloh SWT,” ujarnya.

Baca Juga:   FPIK Uniga Terima Tamu dari UPSI Malaysia, Wujudkan Kolaborasi Akademik

Sementara aspek adab dan budaya, tambah Nurlela, bagaimana kita diajarkan berprilaku hidup bersih. Senantiasa mencuci tangan dan menjaga kebersihan, juga kita senantiasa menjaga tidak bersalaman dengan yang bukan muhrim dan menjauhi budaya “cipika-cipiki”.

“Mari kita bersabar dan fokus ke solusi pencegahan penyebaran virus corona. Bagi yang terkena, jadikan ini ujian agar lebih dekat kepada Alloh SWT serta terus memohon kesembuhan. Bagi yang meninggal, yakinlah ini ketetapan-Nya, semoga husnul khatimah serta keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan,” katanya.

Baca Juga:   Gandeng NSDevil Korsel, Uniga Kembangkan Sistem Pendidikan UBT dan U-Learning

Nurlela juga mengajak kepada yang tidak kena virus corona tapi terdampak, agar dijadikan ini untuk bermunajat dan bermuhasabah lebih kuat. Sementara bagi yang tidak kena dan juga tidak terdampak agar lebih banyak bersyukur atas segala limpahan kasih sayang-Nya. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *