Berita

Cegah Virus Corona, Petani Garut Diimbau Jaga Jarak Ketika Panen

×

Cegah Virus Corona, Petani Garut Diimbau Jaga Jarak Ketika Panen

Sebarkan artikel ini
Petani di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, tengah memanen padi dengan hasil cukup memuaskan. (Foto: Cucu S)

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pertanian Kabupaten Garut mengimbau para petani yang akan panen untuk tetap menjaga kebersihan dan keselamatan diri. Para petani juga dianjurkan menjaga jarak atau physical distancing ketika memanen, jika perlu menggunakan alat pelindung diri (APD) sewajarnya.

Kepala Seksi Serealia Dinas Pertanian Garut, Endang Junaedi mengatakan, pihaknya menganjurkan para petani untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran virus korona ketika panen. Hal itu dilakukan agar petani tidak terpapar virus korona dan hasil panen baik untuk dikonsumsi.

“Selama panen kita juga imbau petani menjaga social and physical distancing. Juga menggunakan APD,” kata dia, Jumat (3/4/2020).

Baca Juga:   Bupati Garut Tekankan Subsidi Pupuk Tepat Sasaran: “Kalau Mahal, Petani Bisa Enggan Bertani”

Menurut Endang, para petani dan penyuluh di Kabupaten Garut umumnya telah sadar akan bahaya virus corona. Sebab, selama ini mereka adalah orang yang melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungannya masing-masing.

“Selama ini, para petani dan penyuluh juga sudah bergerak melakukan penyemprotan di seluruh kecamatan. Itu menggunakan alat kami juga. Artinya kami punya pasukan dan alat yang cukup,” ujar dia.

Baca Juga:   Gabah Petani di Garut Masih Normal, Dihargai Rp4.700 Per Kilogram

Endang menambahkan, dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, Dinas Pertanian juga telah mengeluarkan surat resmi ke perusahaan benih. Perusahaan benih diwajibkan melakukan penyemprotan sebelum mendistribusikan benih kepada para petani.

“Saat ini kami mau mendistribusikan bantuan benih, dan kami sudah buat surat ke perusahaan benih agar benih itu aman, disemprot disinfektan terlebih dahulu,” kata dia.

Baca Juga:   Melalui SHAT, Kementerian Pertanian Beri Bantuan kepada Petani Garut

Endang menuturkan, penyemprotan disinfektan ke benih tanaman tidak bahaya. Sebab, benih sudah berada dalam kemasan. Lagi pula, lanjut dia, benih juga tidak akan menyerap disinfektan yang disemprotkan.

“Insya Allah relatif aman. Jadi ketika benih sampai ke petani, kemasan bagian luar sudah disemprot,” kata Endang. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *