Berita

Setelah Alami Dua Peristiwa Pahit, Akhirnya Perjuangan SDN 4 Bayongbong Berbuah Manis

×

Setelah Alami Dua Peristiwa Pahit, Akhirnya Perjuangan SDN 4 Bayongbong Berbuah Manis

Sebarkan artikel ini
Bangunan SDN 4 Bayongbong setelah direhabilitasi oleh Bantuan CSR PT Sarana Multi Infrastruktur. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pernah mengalami dua peristiwa pahit. Satu ruang kelas di sekolah yang berdiri pada tahun 1973 itu pernah ambruk saat hujan deras menghantamnya pada 27 Januari 2019.

Peristiwa pahit kedua dialami sekolah yang berlokasi di Kampung Sukasari, Desa Bayongbong, ini yakni tidak terjaring dalam deretan sekolah yang mendapat bantuan rehabilitasi ruang kelas yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) 2019. Padahal empat dari enam ruang kelas yang dimiliki SDN 4 Bayongbong sudah tidak dapat digunakan karena rusak berat.

Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Bayongbong, Fahrudin, S.Pd mengaku sempat frustasi ketika sekolah yang selalu diperjuangkannya untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang kelas itu, ternyata tidak terdaftar sebagai sekolah penerima bantuan rehabilitasi dari DAK 2019.

“Dari DAK 2019, SDN 4 Banyongbong hanya menerima bantuan pembangunan jamban. Padahal yang dibutuhkan segera adalah rehabilitasi untuk empat ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar di sekolah ini berlangsung normal,” ujar Fahrudin, saat dikonfirmasi Rabu (29/1/2020) malam.

Baca Juga:   Mitra10 Luncurkan Mid Year Sale, Bahan Bangunan & Perlengkapan Rumah Super Hemat!

Ia mengaku merasa sangat prihatin dengan perjuangan pihak sekolah yang tidak pernah surut untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang kelas walaupun tidak berbuah manis. Buktinya, setelah gagal mendapatkan bantuan dari pemerintah, pihaknya lalu mencoba mengajukan bantuan ke sejumlah badan usaha milik nasional (BUMN).

“Dan alhamdulillah, setelah melalui proses yang melelahkan sejak awal Februari 2019, dari pengajuan itu mulai ada harapan manis ketika pada sekitar pertengahan bulan Juni 2019 datang Tim Survey dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) meninjau bangunan SDN 4 Bayongbong,” kata Fahrudin.

Bangunan SDN 4 Bayongbong sebelum direhabilitasi oleh Bantuan CSR PT Sarana Multi Infrastruktur. (Foto: Istimewa)

Ia menjelaskan, tim survey dari PT SMI itu datang meninjau lokasi bersama Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ma’mun Gunawan. Setelah penijauan tersebut, kemudian pada Juli 2019 PT SMI melakukan kesepakatan dengan pihak SDN 4 Bayongbong dengan isi kesepakatan bahwa PT SMI akan merehabilitasi bangunan sekolah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga:   Komitmen Kenyamanan Pelanggan, KAI Divre III Palembang Tambah Fasilitas Pengering Payung di Stasiun

“Nilai bantuannya mencapai Rp180 juta yang dicairkan dalam dua tahap. Pertama, pencairan pada pertengahan Agustus 2019, di mana pihak sekolah dengan komitenya langsung melakukan kegiatan rehabilitasi ruang kelas. Dan alhamdulillah, di awal Desember kegiatan rehabilitasi sudah selesai. Dana CSR pun cair 100 persen,” papar Fahrudin.

Ia mengatakan, jika tidak ada halangan, pada Kamis ini (30 Januari 2020) Direksi PT Sarana Multi Infrastruktur dan Kepala Dinas Pendidikan Garut akan hadir ke SDN 4 Bayongbong dalam rangka peresmian ruang kelas yang baru dibangun.

Menurut Fahrudin, saat ini SDN 4 Bayongbong sudah bisa melaksanakan pembelajaran secara normal. Ruang kelas sudah lengkap dan bagus, serta memiliki jamban baru. Hanya tinggal proses transisi yang mesti dijalani, setelah hampir satu tahun siswa tidak dapat melakukan kegiatan pembelajaran di sekolahnya karena dititipkan di beberapa sekolah terdekat.

Baca Juga:   Monitor Penjualan Lebih Mudah dengan Aplikasi Barantum CRM

“Atas nama masyarakat Kampung Sukasari dan sekitarnya, juga atas nama SDN 4 Bayongbong, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai BUMN yang sangat peduli dengan pendidikan di Kabupaten Garut, khususnya di Kecamatan Bayongbong. Tanpa bantuan CSR dari PT SMI mungkin sekolah ini sudah bubar dan anak-anak di Sukasari harus sekolah ke SD yang jarak tempunya lebih dari 4 kilometer,” ujar Fahrudin. (MG)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *