GOSIPGARUT.ID — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Cabang Garut mengajak seluruh kader penggerak Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Garut untuk berkumpul dalam Apel Akbar 3.000 Kader Penggerak NU, Kamis (29/1/2026).
Apel akbar yang mengusung tema “Apel Perdamaian Kebangsaan Kader NU Garut untuk Negeri” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir 1 Abad Nahdlatul Ulama versi masehi. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Masjid Al Jabar, Cicalobak–Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Garut Selatan.
Perwakilan Lakpesdam NU Cabang Garut, Roni Taftazani, S.Sy atau yang akrab disapa H. Obet mengatakan apel akbar tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi kader NU sekaligus meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan komitmen kebangsaan.
“Apel ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ruang konsolidasi gerakan untuk menyatukan langkah dan visi kader NU dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus meneguhkan khidmat NU bagi umat dan bangsa,” ujar Roni, Rabu (29/1/2026).
Menurut Roni, kader NU memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial, merawat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai perdamaian dan toleransi di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang.
Apel akbar tersebut rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Dr KH Amir Ma’ruf, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Kepala Sekolah Pendidikan Dasar–Pengkaderan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU), serta KH Juhadi Muhammad, SH, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat.
Selain pelaksanaan apel, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan doa bersama, pembacaan ikrar kader, serta arahan strategis dari para kiai dan pimpinan NU. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat militansi kader, disiplin organisasi, serta ukhuwah nahdliyah lintas generasi.
“Kami mengajak seluruh kader NU, baik yang berada di struktur, badan otonom, maupun lembaga, untuk hadir dan berpartisipasi aktif. Kehadiran ribuan kader akan menjadi simbol kekuatan NU yang solid, damai, dan berdaya untuk negeri,” kata Roni.
Melalui apel perdamaian kebangsaan ini, Nahdlatul Ulama menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat keberagaman, serta menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. ***



.png)











