GOSIPGARUT.ID — Suasana dinihari di wilayah Wanaraja nyaris berubah menjadi arena balap liar. Saat sebagian warga terlelap, sekelompok pemuda diduga bersiap memacu sepeda motor di jalan umum. Namun, rencana itu urung terjadi setelah patroli rutin polisi lebih dulu hadir di lokasi.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (16/1/2026), personel Polsek Wanaraja mendapati aktivitas mencurigakan saat melakukan patroli malam untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolsek Wanaraja AKP Abusono mengatakan, pendekatan persuasif dan pencegahan menjadi pilihan utama petugas dalam menangani situasi tersebut. Empat pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.
“Anggota mendapati sekelompok pemuda dengan kendaraan yang mencurigakan. Kami lakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” kata Abusono.
Keempat pemuda tersebut masing-masing berinisial AP (18) dan AS (20) warga Kecamatan Sukawening, S warga Kecamatan Pangatikan, serta AR warga Kecamatan Kersamanah. Polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor tanpa kelengkapan surat-surat, salah satunya telah dimodifikasi dengan setelan balap.
Alih-alih langsung membawa kasus ini ke ranah hukum, polisi memilih jalur pembinaan. Para pemuda diberi pemahaman mengenai risiko balap liar yang kerap berujung kecelakaan lalu lintas, bahkan korban jiwa.
Langkah pembinaan itu tidak berhenti pada para pelaku. Orangtua dari keempat pemuda turut dipanggil ke kantor polisi. Mereka diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.
“Balap liar bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga ancaman nyata bagi keselamatan. Peran keluarga sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus ke perilaku berisiko,” ujar Abusono.
Menurutnya, balap liar kerap meresahkan warga karena suara bising, potensi kecelakaan, serta penggunaan jalan umum yang membahayakan pengguna lain. Karena itu, patroli rutin akan terus ditingkatkan sebagai upaya pencegahan.
Polisi berharap, pendekatan pembinaan yang melibatkan keluarga ini dapat menjadi peringatan dini sekaligus pembelajaran, sehingga jalanan tidak lagi menjadi arena uji nyali, melainkan tetap aman bagi seluruh masyarakat. ***



.png)
























