GOSIPGARUT.ID — Desa Pangauban di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, mencuri perhatian Provinsi Jawa Barat. Rabu (10/12/2025), desa ini menjadi lokasi penilaian rechecking Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Galeri Pelangi) oleh Tim Penggerak PKK Jawa Barat. Tak hanya ikut serta, Pangauban berhasil menembus jajaran 6 besar desa terbaik se-Jabar, mengungguli 21 desa lainnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata kerja kolektif warga Pangauban. “Ini lebih dari sekadar kompetisi. Ini pembuktian bahwa Pangauban punya komitmen, kreativitas, dan energi besar dalam pemberdayaan masyarakat,” ujarnya di hadapan tim penilai.
Pangauban tampil percaya diri dengan lima inovasi unggulan sesuai ruang lingkup Galeri Pelangi. Mulai dari Geulis (Gerakan Literasi Masyarakat Sinergis) hingga Bagendit (Bacaan Generasi Digital) di bidang literasi, serta Rumah Dilan dan Pangauban Ngaliwet untuk peningkatan kualitas pendidikan warga.
Namun daya tarik terbesar datang dari sektor ekonomi. Melalui konsep Kampung Mandiri, Pangauban memperkenalkan inovasi Jamur Kopi (Jadi Makmur karena Kopi) — sebuah pengolahan berbasis produk kopi yang bukan hanya meningkatkan nilai jual, tetapi juga memberdayakan rumah tangga lokal.
Di bidang UP2K, Desa Pangauban memamerkan kekuatan ekonomi kreatif dengan produk unggulan seperti makaroni ER, sasablon Hamidah, aliagrem Mak Enuk, dan ladu legit Siti Nurbayani. Semua dikonsolidasikan lewat Toko PKK dan koperasi baru, Paguyuban Lestari Jaya, untuk memastikan pemasaran berjalan lebih terstruktur.
PKK Jabar: “Program Harus Inovatif dan Berdampak Langsung ke IPM”
Kabid II TP PKK Jabar, Ike Garnika, memuji capaian Garut namun menegaskan bahwa rechecking bukan sekadar formalitas. “Kami mencari pilot project terbaik yang benar-benar integratif. Karena itu penilaian lapangan wajib untuk memastikan semua program berjalan nyata, bukan hanya tampil di video,” ujarnya.
Ike juga berpesan agar setiap program desa bersifat berkelanjutan dan mampu memberi efek langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan ekonomi lokal.
Tokoh Desa Pangauban: “Ini Kerja Keras Kader dan Warga”
Ketua Pembina TP PKK Desa Pangauban, Ida Farida Feri, tak kuasa menutupi rasa bangganya. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif.
Mulai dari kampanye gemar membaca, pelatihan Kaulinan Barudak Lembur (Kabarulem), hingga pengembangan Kampung Mandiri berbasis kopi.
“Kami hanya ingin yang terbaik untuk warga. Semoga Pangauban bisa jadi inspirasi bagi desa lain,” kata Ida.
Dengan konsolidasi program yang rapi, dukungan pemerintah daerah, serta kreativitas warga yang terus tumbuh, Desa Pangauban kini melangkah menjadi kandidat kuat pilot project Galeri Pelangi Jawa Barat. Jika berhasil meraih posisi teratas, Pangauban berpeluang menjadi model pengembangan pemberdayaan keluarga tingkat provinsi.
Untuk saat ini, nama Desa Pangauban resmi masuk radar Jawa Barat — bukan hanya sebagai desa peserta, tetapi sebagai desa dengan inovasi yang berani, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warganya. ***



.png)









