Berita

Dirut PDAM Tirta Intan Garut Respons Tuntutan Mak Atih: “Kami Sudah Tempuh Pendekatan Kemanusiaan”

×

Dirut PDAM Tirta Intan Garut Respons Tuntutan Mak Atih: “Kami Sudah Tempuh Pendekatan Kemanusiaan”

Sebarkan artikel ini
Dirut PDAM Tirta Intan Garut, Dadan Hidayatulloh.

GOSIPGARUT.ID — Direktur Utama PDAM Tirta Intan Garut, Dadan Hidayatulloh, angkat bicara terkait tuntutan Mak Atih Karwati mengenai polemik lahan sumber air di Banyuresmi. Dadan menyebut pihaknya sudah berupaya melakukan komunikasi secara persuasif, baik melalui pendekatan kemanusiaan maupun kekeluargaan.

“Saya baru menjabat sebagai Direktur Utama, dan sejak awal kami sudah berusaha melakukan pendekatan kemanusiaan serta kekeluargaan. Tapi prosesnya memang belum selesai. Bukan ditolak, hanya saja masih harus berproses,” ujar Dadan kepada wartawan, belum lama ini.

Ia berharap dinamika yang terjadi dapat menemukan titik terang dalam waktu dekat.
“Semoga ke depan sudah ada perubahan. Kelihatannya Pak Gubernur juga bisa turun tangan. Tinggal nanti kita menyesuaikan langkah. Karena pada akhirnya ini tetap menjadi tanggung jawab eksekutif, baik Bupati maupun Pak Gubernur. PDAM hanya mengelola pemanfaatan air,” katanya.

Baca Juga:   Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji, Kemenag Garut Gelar Pembekalan bagi para Karom dan Karu

Dadan juga menjelaskan bahwa sumber air yang dikelola PDAM di Banyuresmi masih mendapatkan subsidi dari PDAM pusat. Menurutnya, keberlanjutan operasional PDAM tidak hanya menyangkut aspek layanan publik, tetapi juga kelangsungan para pekerja.

“Air itu masih disubsidi pusat, sekitar Rp27,9 juta per bulan, untuk menopang operasional dan karyawan. Kalau sembilan karyawan harus berhenti, itu kan tidak mungkin. Masa layanan kepada 917 pelanggan harus dihentikan? Itu jauh lebih mudarat dibandingkan hanya bicara soal lahan,” tegasnya.

Baca Juga:   Sukarame Masuk Nominasi Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan 2021

Pihak PDAM, kata Dadan, tetap membuka ruang dialog agar persoalan dapat diselesaikan tanpa merugikan masyarakat maupun pihak terkait.

“Kami berharap ada win-win solution. Air ini kebutuhan masyarakat banyak, jadi semua pihak tentu ingin yang terbaik,” ujarnya. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *