GOSIPGARUT.ID — Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) yang berlangsung di Kebumen, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Minggu (21/9). Selama tiga hari, ribuan petani Muhammadiyah dari berbagai daerah berhimpun untuk memperkuat tekad memperjuangkan kedaulatan pangan nasional.
Dari Kabupaten Garut, delegasi Jatam hadir dengan semangat penuh. Ketua Jatam Garut, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa keikutsertaan Garut di ajang perdana ini bukan hanya seremonial, melainkan wujud komitmen membangun jaringan antarpetani hingga UMKM demi kemandirian pangan.
“Pasca-Jambore Nasional I, harapannya ada empat poin penting. Pertama, sinergisitas antara petani Muhammadiyah dengan pelaku usaha dan masyarakat. Kedua, mendorong peningkatan ekonomi nasional. Ketiga, menyejahterakan petani, dan keempat, bebas dari mafia ketahanan pangan,” ujar Ajat, didampingi Yanyan Agus Supianto, Senin (22/9/2025).
Peluncuran Varietas Padi Mentari, Muhammadiyah Dorong Inovasi
Salah satu momen bersejarah jambore ini adalah peluncuran varietas padi unggul Mentari, hasil inovasi tim akademisi Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, bahkan secara simbolis menanam padi Mentari di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo).
Menurut Haedar, Mentari bukan sekadar benih baru, tetapi simbol optimisme petani Muhammadiyah dalam membangun kemandirian pangan. “Kenapa Mentari? Karena matahari adalah sumber kehidupan petani, sebagaimana Muhammadiyah ingin selalu memberi cahaya untuk bangsa,” ujarnya.
Apresiasi Pemerintah: Muhammadiyah Bisa Jadi Role Model Pertanian
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, memberikan apresiasi khusus kepada Muhammadiyah yang kini semakin serius masuk ke sektor pangan.
“Saya kagum dengan Muhammadiyah. Insyaallah dengan terjun ke pertanian, Muhammadiyah dapat menjadi yang terbaik, seperti halnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Sudaryono.
Ia menekankan, program pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Oleh sebab itu, kehadiran ribuan jamaah tani di Kebumen dianggap strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Garut Siap Jadi Motor Sinergi Petani Muhammadiyah
Bagi Garut, jambore ini menjadi panggung untuk menunjukkan peran penting petani daerah dalam agenda besar kedaulatan pangan. Ajat Sudrajat menilai Jatam bisa menjadi simpul kolaborasi antara petani Muhammadiyah dengan dunia usaha dan masyarakat luas.
“Jambore ini bukan hanya ajang pertemuan, tapi konsolidasi dan sinergi nyata. Kami di Garut siap menjadi bagian dari motor penggerak untuk mewujudkan tema jambore: Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran,” tuturnya.
Dengan semangat itu, delegasi Garut berharap api perjuangan dari Kebumen dapat terus menyala hingga ke desa-desa, sawah, dan ladang, demi menghadirkan ketahanan pangan yang adil dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Yan AS)



.png)







