Berita

Jelang Idul Adha 1441 H, Omzet Penjualan Sapi di Garut Naik 10 Persen

×

Jelang Idul Adha 1441 H, Omzet Penjualan Sapi di Garut Naik 10 Persen

Sebarkan artikel ini
Omzet penjualan sapi di Garut menjelang Idul Adha mengalami lonjakan. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban di Kabupaten Garut mengalami lonjakan. Para pedagang sapi misalnya mengaku omzetnya meningkat 10 persen dibanding Idul Adha tahun lalu.

“Permintaan dari konsumen atau masyarakat yang akan berkurban tahun ini cukup banyak. Sementara stok terbatas akibat sempat tutupnya pasar atau sentra penjulan sapi di Jawa selama Covid-19,” ujar Aep, salah seorang penjual sapi potong hewan kurban di sentra penjualan Tenjolaya, Tarogong Kidul.

Ia menjelaskan, pihaknya masih menunggu kiriman barang yang berasal dari Madiun, Jawa Timur.

Harga jual sapi kurban saat ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Untuk jenis sapi premium dibandrol dari yang paling murah Rp23 juta per ekor hingga Rp35 juta per ekor untuk jenis sapi limousin.

Baca Juga:   Barnas Adjidin Berkomitmen Jadikan Kabupaten Garut Bersih dari Sampah

“Tingginya harga sapi saat ini tidak menyurutkan warga yang hendak berkurban. Bahkan tidak sedikit konsumen harus inden karena sulitnya barang. Peminat hewan kurban tak hanya ditingkat lokal Garut,” ujar Aep.

Ia juga menerima permintaan hewan kurban dari sejumlah daerah. Mulai dari Bandung, Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang.

“Khusus untuk pesanan hewan kurban dari luar daerah Garut kami antar langsung ke lokasi. Sapi kiriman dari Madiun tidak singgah dulu di Garut karena pertimbangan operasional,” jelas Aep.

Aep menjamin sapi-sapi miliknya sehat dan telah mendapat pemeriksaan petugas. Meski di tengah pandemi Covid-19, ia menilai animo masyarakat untuk berkurban sangat tinggi.

Baca Juga:   Mulai Hari Ini Garut Akan Memvaksin Anak 6-11 Tahun, dengan Target 400 Ribu Orang

Dinas Perikanan dan Peternakan Garut sudah mulai melakukan pengawasan hewan kurban. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dyah Safitri, menyebut sejumlah lokasi penjualan dan lalu lintas penjualan hewan kurban terus dipantau.

Menurutnya, Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang memliki kantong-kantong penjualan hewan kurban ke luar daerah. “Pengawasan dilakukan hingga ke lokasi pemotongan hewan kurban. Kami cek kesehatannya sebelum nanti jadi konsumsi masyarakat,” kata Dyah.

Di masa pandemi Covid-19, pihaknya juga melakukan sosialisasi seluruh proses pelaksanaan kurban dari mulai transaksi hingga proses pemotongan hewan kurban. Semuanya harus menerapkan protokol kesehatan sesuai edaran Kementrian KKP.

Baca Juga:   Bacok dan Tusuk Seorang Warga Hingga Tewas, Empat Berandalan Bermotor di Garut Ditangkap Polisi

Ada 172 titik lokasi penjualan dan pemotongan hewan kurban yang tersebar di 22 kecamatan. Terdapat dua pasar hewan milik pemerintah yaitu pasar hewan Wanaraja dan Bayongbong yang menjadi target pengawasan dari pihaknya.

Dyah mengatakan, jumlah hewan kurban yang akan dipotong di tahun 2020 diperkirakan sebanyak 9 ribu ekor. Jumlah itu tak jauh beda dengan tahun sebelumnya.

“Jika dibanding tahun 2018, hewan kurban yang dipotong cenderung mengalami penurunan. Tahun 2018 itu ada 12.600 ekor namun tahun berikutnya mengalami penurunan hingga lima persen,” katanya. (Trbn)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *