GOSIPGARUT.ID — Nama Zakki Resmana Saleh mungkin tak asing bagi telinga warga Garut. Sosok humoris ini melekat di benak pendengar Radio Reks FM lewat program interaktif “Bianglala Pagi”, yang menggabungkan dialog hangat, berita aktual, dan musik segar. Popularitasnya bahkan membuat publik menjulukinya “Bupati Bianglala”—gelar yang lahir dari kecerdasan dan kritik tajamnya saat membawakan acara.
Namun perjalanan Bang Zakki, sapaan akrabnya, tak serta-merta dimulai di Garut. Kariernya sebagai angkasawan radio dimulai di Kabupaten Sukabumi pada era ’80-an, di Radio Airlangga. Baru pada September 1982 ia hijrah ke Garut, bergabung dengan Radio Reks di tengah suasana kota yang diselimuti abu letusan Gunung Galunggung. “Saat itu Garut gelap gulita. Siang dan malam nyaris tak ada bedanya,” kenangnya, seperti dilansir dari GOSIPGARUT.ID, Sabtu (23/8/2025).
Di Radio Reks, Zakki langsung mengemban tugas spesial: mewawancarai penyanyi dangdut legendaris Mansyur S yang sedang mempromosikan lagu “Khana.” Sejak itu ia dikenal sebagai penyiar serba bisa, membawakan acara musik dangdut “Mari Berdendang Sayang”, hingga dongeng Sunda yang fenomenal. Karakter “Mang Zeki” dalam dongeng Sunda sukses merebut hati pendengar, dengan cerita populer seperti “Sulit Ati Belang Bayah” dan “Mardi Pemuda Desa.”
Tak hanya bersuara, Zakki juga turun ke lapangan. Ia menjadi reporter berita Radio Reks sekaligus koresponden Jurnal PRSSNI Jawa Barat (1995-1998). Dari situ ia masuk ke dunia jurnalistik profesional sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Di balik kesibukannya, Zakki tak berhenti menimba ilmu. Setelah sempat kuliah di STKIP jurusan Bahasa Inggris, ia meraih gelar S1 Hukum dari STHG dan S2 Hukum dari Unisba dengan predikat memuaskan. Kariernya kian melebar: anggota Panwaslu (2004), Panwas Pilgub (2008), hingga Komisioner KPU Garut (2013). Ia juga aktif di organisasi, mengabdi di Forum Garut Sehat hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah (Konida) Garut.
Di usia yang tak lagi muda, Zakki kembali memikul amanah sebagai Dewan Pengawas Perumda Tirta Intan Garut. Tugasnya tak main-main: menyehatkan PDAM yang menurut BPPSPAM berstatus kurang sehat. “Kami diberi target bupati untuk mengoptimalkan pengawasan dan membina jajaran direksi,” tegasnya. Sejak Agustus 2019, ia sudah memimpin sembilan kali rapat internal demi menyelamatkan perusahaan.
Zakki tetap menjadi sosok inspiratif. Dari ruang siaran hingga ruang rapat, dari suara yang menghibur hingga langkah yang menyehatkan lembaga publik, ia terus membuktikan satu hal: pengabdian tak pernah pensiun. (Trabela Sikdanaura)



.png)






