oleh

Destra Yana, Pembuat Sketsa Terapy dari Garut yang Karyanya Mendunia

GOSIPGARUT.ID — Yana Supriatna (53) adalah sosok luar biasa. Betapa tidak, selama hampir dua tahun ia berjuang melawan gangguan fungsi otak alias stroke. Didukung sang istri, Sri Yuliasari (41), yang sudah 20 tahun mendampinginya, kini ia perlahan mulai bangkit.

Ribuan karya yang ia namakan ‘SketsaTeraphy’ , termasuk yang terakhir, Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono mengundang secara khusus Destra Yana – nama goresan sketsanya, saat berkunjung belum lama ini.

Abdi berteman di IG (instagram) sareng aranjeuna, saterasna waktos nguping Pa SBY bade ka Garut, abdi ngadamel sketsa Pa AHY, Bu Ani na ngomen. Saterasna stafna nga WA ka abdi nyungkeun nyeketsa nu sanesna. Waktos anjeuna tos dugi Tasik, ajudanana ngontak ngulem hadir upami Pa SBY tos di Garut,” ujar Yana.

Dalam IG-nya Ani Yudhoyono memang memberikan apresiasi kepada Detrayana. “Bapa Desra Yana dari Garut ini ahli membuat sketsa wajah. Kami sekeluarga sangat senang menerima suvenir sketsa wajah kami pada kesempatan kunjungan kami ke Garut,” ujar Ani Yudhoyono dalam sepenggal kalimat di Instagramnya.

Baca Juga:   Pria di Garut Ini, dari Tukang Cuci Piring Jadi Supplier Bahan Pangan

Kesempatan bertemu dengan para tokoh berpengaruh memang salah satu obsesi yang ingin ia raih kembali, termasuk ia menyempatkan untuk bertemu langsung dengan Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman.

Aranjeuna ngaraos aya bentena antawis sketsaterapi sareng sketsa nu sanesna. Nya diterangkeun ku abdi, yen efek tina keterbatasan gerakan leungeun abdi akibat lumpuh. Abdi mung tiasa narik garis saarah, ti kenca lebah handap nepi ka katuhu lebah luhur,” kata Yana menceritakan pertemuannya dengan Wakil Bupati Garut.

Ia menyebut kiprahnya ini sebagai bagian obsesinya melalui Sketsa Biasa Buat Orang luar Biasa, sebuah penghargaan dirinya bagi sosok inspiratif yang menghasilkan karya bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya. “Saya akan kembali mengejar obsesi ini, makanya di IG saya tampilkan tagar (#sketsaterapi_dua),” kata Yana yang sempat drop karena obsesinya mendapat hambatan dari para koleganya.

Baca Juga:   Pelukis Asal Garut Destra Yana Bangga Bisa Buat Sketsa Wajah Ibu Ani Yudhoyono

Ia yang punya nama beken Destra Yana mengaku, selama hampir dua tahun berjuang melawan gangguan fungsi otak alias stroke. Akibatnya ia tidak bisa berbuat apa, untuk makan pun mesti disuapi sang istri yang telah mendampinginya selama 18 tahun, bahkan sekadar memegang kwas tidak bisa ia lakukan.

Sebagai seorang kepala rumah tangga yang wajib menafkahi istri dan empat putranya, tentu menjadi beban berat tersendiri. Namun, beban itu sirna tatkala istri pendamping hidupnya, Sri Yuliasari, memberikan spirit untuk tetap survive.

Hobbi mengambar, kemudian menjadi awal kebangkitannya melawan penyakit itu. Perlahan ia mencoba menggoreskan pinsil 8B-nya di atas kertas bekas. Amat berat, bahkan keringat pun keluar saat berjuang mengoreskan gari-garis panjang dan tebal yang membutuhkan power tinggi bagi seorang penyandang stroke. Dengan dorongan kuat dirinya dan support sang istri, akhirnya rintangan awal terlalui. Ia pun bisa membuat sketsa yang sempurna.

Baca Juga:   Pria Asal Garut Ini Berkata: Susahnya Jadi Menkop Berlatar Pegiat Antikorupsi

Dengan memanfaatkan media sosial ‘facebook’, di wall pribadinya Dapur Sketsa Destra Yana, hasil karyanya telah mendunia. Dari Inggris, New Caledonia, Australia, Belanda dan Jepang, serta sahabat medsos dari luar Garut lainnya adalah bukti hubungan pertemanan jejaringnya. Dengan keahliannya kini, lelaki kerahiran Tasikmalaya ini mampu menyekolahkan keempat putranya.

Di studio berukuran amat minim, kini banyak berserakkan hasil karyanya mulai dari sketsa masyarakat biasa, seniman, camat, politikus, hingga capres dan cawapres pun ia goreskan menjadi sebuah karya membanggakan dan inspiratif dari seorang yang telah berjuang melawan penyakitnya. (Yan AS)

Komentar

Berita Terkait