Peristiwa

Diserang Babi Hutan, Ratusan Hektare Tanaman Padi dan Palawija di Cisompet Terancam Gagal Panen

×

Diserang Babi Hutan, Ratusan Hektare Tanaman Padi dan Palawija di Cisompet Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Lahan persawahan di Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut terancam gagal panen karena terus diserang gerombolan babi hutan.

GOSIPGARUT.ID — Ratusan hektare tanaman padi dan kebun singkong di Desa Neglasari dan Margamulya, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, terancam gagal panen karena terus diserang babi hutan.

Upaya mengusir babi hutan itu sudah dilakukan para petani dengan cara melakukan ronda setiap malam ke areal persawahan. Selain juga diburu oleh warga yang senang berburu babi hutan.

Sayangnya upaya tersebut tidak membuahkan hasil, serangan babi hutan tetap merajalela dan merusak tanaman yang ada seperti padi, singkong, pepaya, dan pisang.

Menurut Ketua RW Kampung Campaka Atas Desa Neglasari, Agus Sambas, serangan babi hutan bak kucing- kucingan dengan petani karena meski para petani melakukan ronda berkeliling sawah lengah sedikit saja tiba-tiba tanaman sudah rusak dimakan babi hutan.

Baca Juga:   Minggu Sore (13/10), Jalur Pendakian Gunung Cikuray Terbakar

“Kita sudah berupaya menjaga tanaman padi dan kebun kita dengan melakukan ronda setiap malam. Namun serangan babi hutan ibarat kucing-kucingan, lengah sedikit saja tiba -tiba babi hutan sudah di area pesawahan,” terang dia, Kamis (24/7/2025).

Agus menjelaskan, babi hutan itu datang kadang bergerombol kadang satu ekor. Kalau yang besar itu tidak takut manusia. Ketika diusir pun tidak akan pergi, dan jika ada babi hutan yang tewas karena diburu gerombolan babi tersebut akan lebih buas menyerang tanaman seperti balas dendam.

Baca Juga:   Tiga Warga Garut Terluka Akibat Diseruduk Babi Hutan yang Masuk Kampung

“Babi hutan itu pun sering datang ke pemukiman warga menyerang tanaman yang ada seperti singkong, cabe dan bawang,” katanya.

Agus menyampaikan bahwa pihaknya sudah kewalahan dengan serangan babi hutan yang terus menerus. Ia berharap ada perhatian pemerintah atau pihak terkait agar ada solusi bagaimana caranya babi hutan tidak terus merajalela merusak tanaman. Karena dengan serangan babi hutan, petani di Desa Neglasari dan Margamulya terancam gagal panen.

Agus menyebut jika babi hutan itu datang dari hutan sekitar perkebunan karena lokasi pertanian warga ada di sekitar area perkebunan dikelilingi hutan. Selain diburu upaya untuk mengusir babi hutan dengan cara diracun, namun itu tidak dilakukan warga karena akan berdampak jika dimakan binatang lainnya.

Baca Juga:   Selepas Diguyur Hujan Minggu Kemarin, Atap Bangunan SDN 4 Depok Cisompet Ambruk

“Kalau diracun di sini tidak pernah dilakukan karena racun tersebut dimakan binatang lain seperti domba, kerbau atau sapi. Jadi upaya mengusir babi hutan hanya dengan diburu, dilakukan ronda, atau menggali parit sekitar sawah,” pungkas dia. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *