GOSIPGARUT.ID — Sejumlah Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menagih janji Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dilontarkannya saat kampanye politik di Kabupaten Garut beberapa bulan lalu.
Di mana, saat kampanye di hadapan ratusan ketua TP PKK desa di Kabupaten Garut, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menjanjikan akan memberikan cindera mata berupa 10 gram emas dan anggaran sebesar Rp100 juta bagi setiap ketua TP PKK desa di Kecamatan Cibatu.
Namun hingga enam bulan pasca dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, janji memberikan emas dan uang tersebut belum direalisasikan.
“Kami menagih janji secara terbuka kepada Bapak Gubernur Jawa Barat karena sudah dua kali kami ke Lembur Pakuan tidak ada kesempatan bertemu. Mudah-mudahan beliau masih ingat janji tersebut dan segera merealisasikannya,” harap seorang Ketua TP PKK desa di Kecamatan Cibatu yang meminta namanya tidak disebutkan.
Menurut dia, selain janji akan memberikan emas, Dedi Mulyadi juga menjanjikan akan memberikan anggaran sebesar Rp100 juta kepada setiap TP PKK desa di Kabupaten Garut.
“Selain janji akan memberikan emas seberat 10 gram juga dijanjikan anggaran sebesar Rp100 juta kepada setiap TP PKK desa. Untuk emas, menang atau kalah dalam Pilgub, tetap akan diberikan,” tuturnya.
Ia juga menyebut jika janji KDM waktu itu disaksikan seluruh ketua TP PKK desa dan seluruh Apdesi di Kabupaten Garut.
Penyampaian ini, ungkap dia, tidak ada niat apapun hanya mengingatkan. Karena jika sudah diingatkan, mau direalisasikan atau tidak tergantung KDM.
“Janji adalah hutang yang harus ditepati. Bagi beliau jumlah tersebut bukan jumlah yang besar, kami justru khawatir beliau lupa. Satu hal lagi kami menagih secara terbuka ini sebagai bukti kepada seluruh kader yang ada di tiap desa bahwa kami sebagai ketua TP PKK tidak pernah menerima pemberian emas dan realisasi anggaran yang Rp100 juta,” ucapnya.
“Dengan pernyataan ini sehingga tidak ada saling mencurigai karena menganggap emas sudah diberikan dan anggaran sudah ada tetapi tidak disampaikan,” sambung dia.
Terpisah, Ketua Apdesi Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Tatan Asmara membenarkan hal tersebut.
” Iya benar Pak Gubernur pernah menjanjikan akan memberikan emas seberat 10 gram dan anggaran sebesar Rp100 juta bagi seluruh ketua TP PKK desa, dan belum ada realisasinya,” ujar Tatan.
Menurut dia, hal tersebut perlu dipertanyakan karena takut menimbulkan saling curiga antara kader dan ketua TP PKK sehingga menimbulkan situasi tidak kondusif di desa karena dianggap bahwa emas dan anggaran sudah diberikan oleh gubernur. (Ai Karnengsih)



.png)











