GOSIPGARUT.ID — Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyatakan sebanyak 1.200 personel kepolisian dikerahkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2025 untuk mengamankan mudik lebaran. Jumlah ini terdiri dari 800 personel kepolisian, ditambah unsur TNI dan pemerintah daerah.
Di tempat yang sama, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 di halaman Mapolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Kamis (20/3/2025), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan perjalanan mudik, mengingat kondisi cuaca yang masih dalam musim hujan dan berpotensi menimbulkan bencana alam.
Menurutnya, sejumlah wilayah di Garut telah mengalami bencana seperti longsor dan banjir. “Bahkan, kita tetap menyiapkan beberapa kendaraan berat di beberapa lokasi untuk berjaga-jaga,” ujar Syakur.
Ia menyoroti jalur Garut Selatan sebagai wilayah rawan bencana, terutama setelah adanya longsor di Kecamatan Pamulihan dan Gunung Jampang. Namun, Syakur memastikan pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah penanganan agar jalur tersebut tetap bisa digunakan pemudik.
Selain itu, bupati meminta para camat untuk mengintensifkan upaya pencegahan banjir, terutama dengan menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat sampah. “Karena sebagian besar saya melihat lah juga banjir itu karena ada saluran yang mampet karena pembuangan sampah yang tidak semestinya,” lanjut Syakur.
Sebagai bentuk peningkatan kenyamanan pemudik, Pemerintah Kabupaten Garut akan menambah 400 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), yang ditargetkan rampung H-7 sebelum Lebaran.
Sementara Kapolres Garut mengakui bahwa ihaknya telah mendirikan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos pengaturan lalu lintas di berbagai titik di Kabupaten Garut. Fokus utama pengamanan berada di jalur nasional Limbangan-Malangbong serta jalur kabupaten dari Kadungora ke wilayah perkotaan, yang diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik.
“Kedua jalur tersebut khususnya pada saat arus mudik dan arus balik tentu akan meningkatnya eskalasi secara kuantitas pergerakan transportasi masyarakat yang melaksanakan libur dan arus mudik maupun arus balik,” jelas Fajar.
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 ditutup dengan pemusnahan simbolis 4.292 botol minuman keras (miras) serta 3.512 knalpot bising hasil dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Selain itu, Kapolres melaporkan keberhasilan pihaknya dalam mengungkap 33 tersangka kasus narkotika—terdiri dari 29 laki-laki dan 4 perempuan—dengan barang bukti berupa 547,44 gram sabu-sabu, 145,37 gram tembakau sintetis, serta 5.127 butir obat keras terbatas. (Nindi N)



.png)











