Peristiwa

Pria Garut yang Sedang dalam Perjalanan Pulang dari Bekasi Meninggal Dunia di Bus Primajasa

×

Pria Garut yang Sedang dalam Perjalanan Pulang dari Bekasi Meninggal Dunia di Bus Primajasa

Sebarkan artikel ini
Mayat penumpang bus Primajasa yang meninggal saat di perjalanan ketika dievakuasi petugas.

GOSIPGARUT.ID — Seorang pria berusia 53 tahun yang sedang melakukan perjalanan pulang dari Bekasi menuju Garut, meninggal dunia di dalam bus Primajasa yang ditumpanginya, Sabtu (15/6/2024). Pria tersebut diketahui bernama Dadin Mulyadin, warga Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Menurut keterangan kondektur bus, bernama Gungun, bahwa korban diketahui meninggal dunia saat bus yang ditumpanginya berhenti di Kampung Lebakjero, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, untuk menurunkan penumpang.

“Saat itu korban tampak duduk di kursi bus dan tidak bergerak. Sebelumnya korban naik di Terminal Bekasi,” jelas Gungun yang dibenarkan sopir bus, Cahya Sumirat.

Baca Juga:   Staf Ahli Bupati Lepas Jemaah Calon Haji Asal Garut, Kloter 39 Gelombang 2 Sebanyak 432 Orang

Sementara menurut Kapolsek Kadungora Kompol Deden Saripin, begitu Dadin ditemukan tidak bergerak, kondektur dan sopir bus langsung melaporkan perihal itu ke Polsek Kadungora.

“Kami pun langsung melakukan koordinasi dengan Puskesmas Kadungora untuk membantu pemeriksaan medis kepada penumpang itu,” jelasnya.

Deden melanjutkan, setibanya di lokasi anggota Polsek Kadungora bersama petugas Puskesmas Kadungora melakukan pemeriksaan terhadap tubuh Dadin, dan diketahui bahwa penumpang itu telah meninggal dunia.

Baca Juga:   Arifin Ilham Meninggal Dunia, Istri: Selamat Jalan Suami Salehku

“Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan pada pukul 18.50 WIB menunjukkan bahwa Dadin telah meninggal dunia, tanpa ditemukan tanda-tanda luka yang mengarah pada tindak kekerasan,” ujarnya.

Menurut Kapolsek, keterangan dari pihak keluarga korban menyatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit lambung, sehingga kejadian ini dianggap sebagai musibah. Keluarga korban juga menolak dilakukannya autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. ***

Baca Juga:   Dua PDP Covid-19 di Garut Kembali Meninggal Dunia, Total Jadi 11 Orang
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *