Berita

Berubah Suasana Pendopo Garut Setelah Ditinggalkan Rudy Gunawan, Wartawan pun Sulit Masuk

×

Berubah Suasana Pendopo Garut Setelah Ditinggalkan Rudy Gunawan, Wartawan pun Sulit Masuk

Sebarkan artikel ini
Suasana Pendopo Garut setelah ditinggalkan Rudy Gunawan, pintu gerbang selalu tertutup. (Foto: Yuyus YS)

GOSIPGARUT.ID — Berakhirnya masa jabatan Rudy Gunawan — Helmi Budiman sebagai Bupati — Wakil Bupati Garut pada 29 Januari 2024 lalu, menjadikan kabupaten ini harus dijabat oleh seorang penjabat bupati atau Pj yang ditunjuk dari pemerintah provinsi Jawa Barat

Nama Pj Bupati tersebut adalah Barnas Adjidin. Ternyata, kehadiran dia menjadi orang nomor satu di Garut itu merubah total suasana pendopo dan pamengkang yang berada di alun-alun dan berdekatan dengan masjid agung tersebut.

Sebagai rumah dinas bupati, memang tidak boleh sembarang orang memasukinya. Namun pada masa pemerintahan bupati-bupati sebelumnya, rumah dinas bupati ini dapat dilewati oleh warga untuk sekedar mengantarkan anaknya ke sekolah. Yaitu SD Ranggalawe, dari arah Jalan Kabupaten dengan memotong jalan sehingga lebih dekat dan warga sedikit terbantu.

“Saya biasanya mengantarkan anak saya sekolah ke SDN Regol 13. Dari Jalan Cimanuk langsung berbelok ke Jalan Kabupaten dan keluar di Jalan Siliwangi. Namun sekarang saya harus memutar ke Jalan Pajajaran dan jaraknya lebih jauh,” ujar Tatang salah seorang warga Leuwidaun.

Baca Juga:   Doa Bersama di Pendopo, Pemkab dan Ojek Online Kompak Jaga Garut

Pengamanan ketat juga sekarang terlihat di gerbang pendopo sebelah timur dan barat. Gerbang sebelah barat yang merupakan jalan masuk dari Jalan Kabupaten ini ditutup total, juga gerbang sebelah timur yang merupakan akses masuk dari Jalan Kiansantang sama tertutup total.

Begitupun pintu masuk arah pendopo dan pamengkang dari arah babancong, pintunya tertutup rapat dengan adanya petugas sekuriti yang berjaga.

Penutupan kedua gerbang tersebut tidak pernah terjadi pada masa bupati-bupati sebelumnya. Sebab pembukaan gerbang ini memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas, terutama orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah seperti ke SDN Regol 13, SDN Siliwangi, dan SMA 11.

Suasana Pendopo Garut setelah ditinggalkan Rudy Gunawan, pintu gerbang selalu tertutup. (Foto: Yuyus YS)

Mereka bisa masuk dari Jalan Cimanuk lalu ke Jalan Kabupaten dan Jalan Kiansantang atau Jalan Siliwangi, begitu juga sebaliknya. Penutupan biasanya dilakukan ketika ada kegiatan hari-hari nasional yang melibatkan Paskibraka yang sedang latihan di mana besok harinya mau diadakan upacara di alun-alun.

Baca Juga:   Pendopo Garut Dipercantik, Bagian Umum Setda Akui Cuma Beri Dana Rp60 Juta

Kejadian cukup unik dan lucu terjadi kepada Agus Koti, seorang wartawan senior yang biasa meliput kegiatan di kawasan pendopo, Sabtu (10 Maret 2024). Saat itu dirinya berjalan kaki untuk meliput acara Milad Fagar di Pendopo Garut.

Agus ditanya oleh salah seorang petugas sekuriti: “Apa keperluan bapak ke sini?”

Agus pun balik bertanya kepada petugas sekuriti tersebut: “Apakah Bapak bekerja baru di sini atau bagaimana,” tanyanya penuh heran.

Ketatnya lingkungan pendopo ini juga dikeluhkan oleh beberapa wartawan yang biasa melakukan peliputan di pendopo. Walaupun tidak ada pertanyaan tentang keperluannya datang ke pendopo, namun kedatangan wartawan ke pendopo itu harus melalui beberapa gerbang yang tertutup yang dijaga oleh Satpol PP dan sekuriti.

Baca Juga:   Kebakaran Pasirbajing Mulai Padam, Pengangkutan Sampah Garut Kembali Dibuka Besok ​

Ketat penjagaan pendopo ini juga menjadi pertanyaan bagi salah seorang pelaku UMKM berinisial E yang sering mengikuti kegiatan festival atau pameran UMKM di pendopo. Ia bertanya apakah pendopo bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang biasanya digunakan oleh dinas tertentu atau pelaku swasta lainnya? Seperti beberapa kegiatan festival dan pameran yang sering terjadi pada masa pemerintahan bupati sebelumnya.

Suasana Pendopo Garut setelah ditinggalkan Rudy Gunawan, pintu gerbang selalu tertutup. (Foto: Yuyus YS)

“Saya seringkali mengikuti kegiatan pameran atau festival yang diselenggarakan oleh dinas atau EO swasta. Saya biasanya mengisi stand di kegiatan itu. Apakah dalam tahun ini kegiatan tersebut akan terselenggara?” ujarnya. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *