Berita

Ada Makanan Berbahaya, Tiga SKPD di Garut Dipinta Awasi Jajanan Anak Sekolah

×

Ada Makanan Berbahaya, Tiga SKPD di Garut Dipinta Awasi Jajanan Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Helmi Budiman instruksikan tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Garut untuk mengawasi jajanan anak sekolah menyusul maraknya kejadian di beberapa daerah terkait makanan berbahaya. (Foto: Yan AS)

GOSIPGARUT.ID — Tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Garut diminta untuk mengawasi jajanan anak sekolah, menyusul maraknya kejadian di beberapa daerah terkait makanan berbahaya seperti chiki ngebul, yaitu salah satu makanan ringan berisi nitrogen cair.

Ketiga SKPD itu adalah Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kepada ketiganya diinstruksikan untuk terjun ke lapangan memeriksa keamanan makanan di setiap lingkungan sekolah.

“Ini harus segera turun, Dinas Kesehatan turun keliling ke sekolah-sekolah. Saya juga minta bantuan dari Dinas Pendidikan dan Satpol PP karena kita mempersiapkan mengeluarkan dana untuk stunting cukup besar. Sedangkan anak-anak kita yang sudah besar (6, 7, dan 12 tahun) kita biarkan badannya rusak. Ini perlu diperhatikan,” kata Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman, Senin (16/1/2023).

Baca Juga:   Setelah Lama Tertunda, Akhirnya Anggota Dewan Pendidikan Garut Periode 2025-2030 Dilantik, Siapa Saja?

Ia menyampaikan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa ada satu makanan yang membahayakan karena merusak tenggorokan dan lambung. Kasus kerusakan organ tubuh gegara makanan berbahaya itu, kata Helmi, di Jawa Barat jumlahnya cukup banyak. Oleh karenanya ia minta Dinkes untuk segera melarang peredaran makanan tersebut.

“Apalagi sudah ada suratnya dari Kementerian Kesehatan tentang larangan peredaran makanan itu. Saya juga minta orangtua maupun guru untuk ikut mengawasi,” tandas Helmi.

Baca Juga:   Wabup Garut dan Istri Mencoblos di TPS Kampung Cisanca

Wabup menyatakan bahwa dirinya tidak mau anak-anak masa depan bangsa mudah sakit di usia produktifnya.

“Hari ini mungkin tidak terasa, hari ini masih sehat, ginjalnya masih sehat, jantungnya masih sehat. Tapi kita tidak tahu dengan 40 tahun lagi dengan makanan-makanan yang berbahaya. Bisa jadi mereka oke dari usia produktif 40 tahun, tapi bisa jadi sesungguhnya tidak produktif karena sakit-sakitan,” ujar Helmi.

Baca Juga:   Wakil Bupati Helmi Budiman Ajak ASN di Garut Pertahankan Budaya Kerja Positif

Tak hanya kepada tiga SKPD tadi, Wabup juga mengajak semua pihak untuk turun ke lapangan mengawasi jajanan anak sekolah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut memiliki berbagai sarana penunjang untuk mendukung gerakan itu, mulai dari kendaraan, laboratorium, hingga tenaga gizinya. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *