GOSIPGARUT.ID — Sebuah base transceiver station (BTS) salah satu operator telepon seluler (ponsel) terdapat di suatu area dekat Desa Selaawi, Mekarwangi, dan Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. BTS tersebut memancarkan sinyal ponselnya cukup jauh hingga menembus kecamatan tetangga, yakni Cisewu.
Ironisnya, bagi warga di ketiga desa tadi, keberadaan BTS yang terletak persis di pinggir jalan raya Talegong — Selaawi itu, justru tidak mendatangkan manfaat signifikan. Sebab, meski tempat tinggal mereka dekat dengan BTS, tapi sebagian besar warga Desa Selaawi, Mekarwangi, dan Mekarmukti masih kesulitan untuk mendapatkan sinyal ponsel.
“Kantor Desa Mekarwangi misalnya, letaknya sekitar tiga kilometer dari tempat berdirinya BTS itu. Tapi dalam hal sinyal ponsel, di area kantor tersebut tidak ada sama sekali. Untungnya Desa Mekarwangi mendapat bantuan seperangkat pesawat wifi dari salah satu perusahaan, jadi kebutuhan akan koneksi internet sedikit terbantu,” ujar Dana, salah seorang warga Desa Mekarwangi, Rabu (7/12/2022).
Ia menjelaskan, yang menyebabkan sinyal ponsel tidak bisa tembus ke wilayah Desa Mekarwangi, Selaawi, dan Mekarmukti, diduga karena terhalang sebuah tebing yang letaknya tak jauh dari BTS itu. Sebab ketika pancaran sinyal tersebut tidak terhalang tebing atau gunung, warga yang berada jauh dari BTS sekalipun dapat menangkap sinyal dengan baik.
“Sinyal ponsel dari BTS di sini dapat ditangkap dengan baik oleh warga yang berada di sebelah timur dari BTS, seperti warga Desa Nyalindung, Kecamatan Cisewu. Karena antara BTS dengan wilayah Desa Nyalindung tidak terhalang oleh tebing atau gunung,” kata Dana.
Ia menyampaikan, sebagian besar wilayah di Desa Mekarwangi merupakan area blank spot atau tidak tersentuh sinyal komunikasi. Kebanyakan warganya sulit melakukan sambungan telepon. “Hanya Kampung Cipait yang tidak termasuk daerah terisolasi sinyal ponsel itu. Pasalnya, kampung ini letaknya berhadapan dengan tempat yang ada BTS (di Desa Nyalindung) dan tidak terhalang tebing atau gunung,” kata Dana.
Penuturan Dana diamini Asep, warga Desa Selaawi. Kepada GOSIPGARUT.ID, ia mengaku jengkel dengan belum lancarnya koneksi telepon di daerahnya. Karena dengan kondisi begitu sebagian warga Desa Mekarwangi, Selaawi, dan Mekarmukti jadi sering ketinggalan informasi.
“Kami minta kepada pemerintah atau pihak operator telepon seluler untuk membangun BTS di tempat yang bisa memancarkan sinyal ponselnya ke wilayah Desa Mekarwangi, Selaawi, dan Mekarmukti, supaya kami pun bisa senasib dengan warga lain yang sudah lama menikmati sambungan telepon,” kata Asep.
Ia menambahkan, belum lama ini salah satu operator seluler rampung membangun sebuah BTS di salah satu desa yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur Selatan. Kebetulan antara daerah itu dengan sebagian wilayah Desa Mekarmukti saling berhadapan dan tidak ada yang menghalangi, imbasnya sebagian warga di Mekarmukti kini sudah bisa menikmati sambungan telepon seluler. ***



.png)











