GOSIPGARUT.ID — Pembangunan sentra kuliner ikan di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mengalami kegagalan. Bupati Rudy Gunawan mengatakan kegagalan itu disebabkan karena kurang profesionalnya kontraktor yang mengerjakan pembangunan sentra kuliner ikan tersebut.
“Sentra kuliner ikan sudah dibangun di Pasar Ikan Tarogong tetapi mengalami kegagalan karena kurang profesionalnya kontraktor yang mengerjakan pembangunannya,” kata Rudy, tanpa menyebut nama kontraktornya.
Bupati, usai menerima kunjungan kerja rombongan Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI di Ruang Pamengkang Kabupaten Garut, belum lama ini, menjelaskan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan untuk menuntaskan pembangunan sentra kuliner ikan itu.
“KKP datang ke Garut meminta ada kolaborasi percepatan penyelesaian revitalisasi pasar ikan pada tahun ini, karena KKP menganggap Garut memiliki destinasi wisata luar biasa,” jelasnya.
Menurut Rudy, pasar ikan Kecamatan Tarogong Kaler akan diproyeksikan sebagai sebuah percontohan pemasaran hasil-hasil dari perikanan, dan diharapkan menjadi destinasi wisata kuliner baru di Kabupaten Garut.
“Nanti kalau sudah selesai, dihibahkan dari kementerian kepada Pemda Garut. Ini juga terima kasih saya dapatkan ini dari kementerian,” ujarnya.
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP RI Erwin Dwiyana, menuturkan, pihaknya berkomitmen melanjutkan pembangunan sentra kuliner ikan yang terkendala di 2021. Apalagi, pembangunannya sudah mencapai 50 persen.
“Kami targetkan bisa selesai di tahun ini. Bersama-sama dengan Bapak Bupati dan jajaran, mudah-mudahan tahun ini bisa selesai sentra kuliner dan menjadi destinasi wisata kuliner yang baru di Kabupaten Garut tentunya,” tuturnya.
Erwin mengatakan, pihaknya memilih Garut sebagai lokasi pembangunan sentra kuliner ikan karena wilayah Jawa Barat bagian selatan khususnya Garut terkenal dengan ikan budidaya air tawarnya.
Di sentra kuliner ikan tersebut akan disediakan lapak dilengkapi dengan fasilitas pendukung agar bisa dimanfaatkan wirausaha ataupun UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ada di Kabupaten Garut.
“Kami berharap untuk pemanfaatan ataupun nanti sentra kuliner ini juga bisa mengangkat wirausaha-wirausaha kuliner yang ada di Kabupaten Garut. Baik itu mungkin yang bisa jadi generasi mudanya. Bisa jadi UMKM bisa masuk ke dalam sentra kuliner ini,” katanya. (IK)



.png)







