GOSIPGARUT.ID — Hingga hari Selasa (26/4/2022) kemarin, sebanyak empat kepala keluarga (KK) setara 14 jiwa terdampak pergerakan tanah/longsor di Kampung Cibaros, Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, masih bertahan mengungsi.
Hal itu karena lokasi rumah mereka masih rawan mengalami longsor susulan pasca terjadi bencana pergerakan tanah/longsor pada Sabtu (23/4/2022) lalu. Apalagi hujan masih sering turun dengan intensitas curah hujan tinggi.
Keempat KK tersebut yakni Karna (55) dengan jumlah anggota keluarga sebanyak tiga orang, Bani (51) dengan tiga jiwa anggota keluarga, Jeje (42) dengan empat jiwa anggota keluarga, dan Udi Yudiyana (33) dengan empat jiwa anggota keluarga.
Mereka mengungsi sementara ke rumah kerabat/tetangga dekatnya yang dinilai masih aman.
“Memang menurut PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi), lokasi ini sering ada pergerakan tanah. Untuk itu masyarakat yang terdampak dengan gerakan tanah, sekitar empat rumah, melakukan relokasi secara mandiri,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Budi Satria.
Ia mengingatkan, warga agar tetap waspada. Bila terjadi bencana serupa ataupun lainnya, warga harus segera melapor kepada pemerintah setempat supaya bisa secepatnya ditangani.
Menurut penuturan Ketua Laskar Indonesia Kecamatan Singajaya Ade Koswara sebelumnya, bencana pergerakan tanah/longsor di Kampung Baros itu sendiri terjadi sekitar pukul 14.00 dipicu hujan deras. Saluran air di sekitarnya tergerus derasnya aliran air yang terus berdampak pada empat bangunan rumah yang dihuni 14 jiwa itu. Jalan lingkungan pun amblas dengan ukuran panjang sepuluh meter, lebar dua meter, dan tinggi 1,5 meter.
Bangunan rumah milik Bani terparah terkena bencana tersebut. Bangunan rumah mengalami rusak berat hingga tak bisa lagi dihuni.
Sedangkan bangunan rumah milik Karna hanya mengalami rusak ringan, dan bangunan milik Jeje serta milik Udi hanya terancam.
Meski begitu, guna menghindari kejadian tak diharapkan, karena tanah tempat keempat bangunan tersebut berada merupakan areal rawan terjadi longsor, maka keempat penghuni rumah diungsikan ke tempat aman. (IK)



.png)












