Berita

Harapan Bupati Garut Agar Penyusunan APBD 2023 Dipercepat Dinilai Rancu

×

Harapan Bupati Garut Agar Penyusunan APBD 2023 Dipercepat Dinilai Rancu

Sebarkan artikel ini
Bupati Rudy Gunawan dan Hasanuddin. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Harapan Bupati Rudy Gunawan agar APBD Kabupaten Garut tahun 2022 berjalan cepat dan APBD 2023 segera disusun, dinilai rancu. Selain itu, juga berpotensi mengabaikan perencanaan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan kondisi daerah.

Kerancuan dimaksud, menurut Juru Bicara Siaga 8, adalah perjalanan realisasi APBD karena sudah terjadwal dalam satu tahun anggaran. Tentunya tidak dapat dipercepat, apalagi realisasinya mengikuti skema realisasi yang sudah ditetapkan dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah.

“APBD sebagai instrumen kebijakan fiskal tentu realisasinya menyesuaikan dengan kondisi tertentu daerah,” kata dia, Selasa (18/1/2022).

Dalam hal ini, tambah Hasanuddin, sebaiknya bupati fokus mencermati dinamika sosial-ekonomi yang berkembang di masyarakat, sehingga dapat merealisasikan pendapatan dan belanja daerah sesuai kondisi masyarakat dan kebutuhan nyata daerah.

Baca Juga:   Video Mesum "Lele 13 Detik" Beredar di Dunia Maya, Polisi Turun Menyelidiki

“Dan fokus pada transparansi anggaran, realisasinya yang patuh terhadap ketentuan perundang-undangan, meminimalisir praktek curang dalam pengadaan barang dan jasa, serta pelaksaanaan pekerjaan yang tidak sesuai yang akan mempengaruhi kualitas pembangunan,” ucapnya.

Hasanuddin menuturkan, menyegerakan penyusunan RKPD 2023 padahal realisasi APBD 2022 baru akan dimulai, berpotensi mengabaikan perencanaan pembangunan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan kondisi daerah.

Sebagai satu kesatuan perencanaan terintegrasi, kata dia, sebaiknya bupati menahan diri dahulu sambil menunggu rencana pembangunan nasional serta rencana kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sehingga tidak salah asumsi dasar pembangunan serta mendahului pedomanan penyusunan RKPD 2023 yang biasanya baru diterbitkan Menteri Dalam Negeri pada bulan Mei 2022. Serta, menunggu masukan dari DPRD terkait dengan aspirasi yang menjadi temuan di masyarakat,” kata aktivis ’98 ini.

Baca Juga:   Kasus OTG Covid-19 di Selaawi Garut Melonjak Jadi 267 Kasus

“Perencanaan kita tentu tidak semata teknokratis sifatnya, namun juga partisipatif dari bawah dan atas (dalam hal ini pemerintah pusat dan provinsi),” sambung Hasanuddin.

Menurut dia, yang menjadi prioritas saat ini adalah sebaiknya bupati memastikan tidak ada praktek curang dalam pengadaan barang dan jasa, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksaannya.

“Kami minta bupati tetap fokus pada pencegahan bencana kesehatan Covid-19 dan bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Garut. Serta, berhati-hati dalam membuat pernyataan ke publik, yang berpotensi kontraproduktif,” tutup Hasanuddin.

Baca Juga:   Di Ujung Masa Jabatannya, Bupati Garut Masih Akan Melantik Pejabat Baru, karena Ada yang Pensiun

Sebelumnya, dalam upacara pengibaran bendera bulan Januari 2022, di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Senin (17/01/2022), Bupati Rudy Gunawan berharap pihaknya bisa melakukan langkah-langkah konkret untuk mempertanggungjawabkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Selain itu, pelaksanaan APBD tahun 2022 bisa berjalan dengan cepat serta APBD tahun 2023 bisa segera tersusun.

“Saya berharap pelaksanaan APBD 2022 berjalan lebih cepat dan APBD 2023 kita susun, ini Bappeda supaya langsung (menyusun). Saya juga akan melakukan langkah-langkah ke lapangan untuk bisa membuat yang berkualitas kembali,” ujarnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *