GOSIPGARUT.ID — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurahman berencana merekrut prajurit tamtama hingga perwira dari kalangan santri. Alasan merekrut prajurit TNI dari kalangan santri itu karena seorang santri sudah mempunyai bekal pendidikan akhlak.
“Saya akan merekrut prajurit baik tamtama maupun perwira ini khusus para santri. Kenapa saya merekrut ini, karena saya yakin kalau dari pesantren, yang sudah dididik agama sudah pasti terjaga masalah akhlak,” kata dia di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021).
Dudung menyebut, secara khusus santri memiliki keahlian tafsir. Dudung mengatakan, hal ini berpedoman kepada 8 wajib TNI.
Pernyataan Kasad yang fenomenal itu direspon Ketua Umum Santri Pasundan Aceng Ahmad Nasir. Dalam pernyataan tertulisnya yang diterima GOSIPGARUT.ID Kamis (2/12/2021) malam, ia mengatakan bahwa Dudung tidak melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa.
“Panglima TNI pertama itu Jenderal Sudirman adalah seorang santri, lalu Bung Tomo yang menggelorakan ‘Merdeka atau Mati’ juga seorang santri. Dengan gaung resolusi jihad dari hadrotusyaikh KH Hasyim Asy’ari hingga ribuan santri berjihad selama tiga minggu dan tidak sedikit yang gugur, maka disebut sebagai Hari Pahlawan setiap 10 November,” ujar dia.
Aceng menambahkan, para santri itu mayoritas bergabung menjadi TKR, TRI, dan sekarang TNI. Tampaknya Kasad akan mengembalikan TNI ke khittohnya yaitu dari kaum santri, dan ini jelas hal yang sangat positif. Pihaknya sangat mengapresiasi.
Mantan Aktifis 98 ini juga mengatakan bahwa keinginan menjadi anggota TNI pada setiap generasi muda ini sangat tinggi. Sayangnya, tidak semua memiliki kesempatan untuk mewujudkan keinginannya itu. Termasuk dirinya dulu, hingga pernah menjadi anggota Resimen Mahasiswa (Menwa).
“Rencana Kasad itu, tentu merupakan angin segar untuk kaum santri yang diharapkan kemudian bisa berkiprah dalam mengemban tugasnya sebagai dai sekaligus pengawal NKRI,” tandas Aceng.
Menurutnya, persoalan bangsa ini cukup pelik — terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan berkaitan dengan terorisme dan separatisme. Bahwa santri itu sudah dibekali pemahaman yang prulal, moderat, dan biasa prihatin. Maka, pihaknya optimis jika langkah strategis Kasad itu akan berdampak positif untuk kemaslahatan bangsa ke depan.
“Kami akan segera mengintruksikan seluruh jajaran pengurus Santri Pasundan yang tersebar di Jawa Barat, Banten, dan DKI untuk bersinergi dengan TNI dalam upaya rekrutmen ini,” tutup Aceng. ***



.png)





