Jawa Barat

19 Desa di Jawa Barat Masuk Kategori Resiko Tinggi Bencana

×

19 Desa di Jawa Barat Masuk Kategori Resiko Tinggi Bencana

Sebarkan artikel ini
Puluhan rumah warga di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, terancam bencana tanah longsor. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Masyarakat di Jabar diminta tetap waspada selama musim penghujan ini. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dani Ramdan, dari 5 ribu lebih desa yang ada di Jabar, ada 19 desa/kelurahan yang masuk resiko tinggi bencana. Sementara 3.500 skala bencana sedang dan yang rawan longsor 242 desa skala tinggi bencana longsor.

“Desa yang resiko tinggi bencana ini, mayoritas di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, dan Garut. Jadi kita bentuk desa tangguh di desa resiko tinggi bencana ini,” ujar dia, Selasa (23/11/2021).

Selain itu, menurut Dani, pihaknya meminta Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menyiapkan pengetahuan dan peralatan. Selain ada Satgas, di desa rawan bencana tersebut kepala desa dibantu oleh Babinkamtibmas dan Linmas.

Baca Juga:   Pemprov Jabar Terima Bantuan 3.000 Sak Semen dari PT Star Energy Geothermal, 1.000 untuk Garut

“Ada juga anggaran desa dialokasikan untuk anggaran bencana,” katanya.

Di desa resiko tinggi tersebut, kata Dani, rawannya bencana longsor. Selain itu, di desa tersebut dibentuk desa tangguh bencana. Pemprov Jabar, membuat program pendampingan dan menyiapkan peralatan berat.

“Kami siapkan alat berat di Bogor, Cianjur, dan Garut. Kadang-kadang, bisa di kirim ke Sukabumi Selatan,” tutur dia.

Baca Juga:   Tingkatkan Kapasitas Masyarakat, BPBD Garut Bentuk Destana di Desa Kertajaya

Dani menjelaskan, 19 desa tersebut dipilih berdasarkan skornya. Pertama, dilihat dari potensi bencana dan kecuraman tinggi. “Kalau kabupaten skor yang resiko bencananya paling tinggi sebenarnya Cianjur,” katanya.

Hal itu, kata Dani, dilihat dari potensi dan kerawanan bencananya. Daerah dengan indeks bencana tertinggi yaitu Garut dan Cianjur. “Prediksi puncak hujan terjadi pada Januari dan Februari. Makanya kami siaga 1 dari sisi bencana untuk mengantisipasi yang libur tahun baru,” katanya.

Baca Juga:   Saat Prosesi Pemakaman Eril, Wabup Garut: Saya Lihat Banyak Ibu-ibu yang Menangis

Terkait jumlah korban bencana, kata Dani, sepanjang tahun ini dari Januari sampai sekarang ada  48 korban bencana. Paling banyak, korban susur sungai ada 14 kasus. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *