Nasional

Kondisi Anggota Polisi Ini Stabil dan Masih Dirawat Usai Ditabrak Mobil Bandar Narkoba

×

Kondisi Anggota Polisi Ini Stabil dan Masih Dirawat Usai Ditabrak Mobil Bandar Narkoba

Sebarkan artikel ini
Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu JM, mengalami patah tulang bagian kaki saat melakukan pengejaran bandar narkoba di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (21/22/2021). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Kondisi anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu JM, hingga saat ini stabil usai ditabrak mobil bandar narkoba di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (21/11/2021).

“Kondisi sudah stabil dan dirawat di RS Carolus, Salemba,” kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto saat dihubungi Antara di Jakarta.

Iptu JM, mengalami luka parah karena ditabrak bandar narkoba saat melakukan pengejaran di “rest area” 208B Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (21/11/2021) pagi pukul 06.00 WIB.

Baca Juga:   Pemerintah Buka Lowongan Kerja 197.111 Formasi CPNS 2019

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga, menuturkan bahwa Iptu JM mengalami patah tulang di bagian kaki.

Hingga kini, pihaknya belum melakukan penangkapan karena pengejaran terhadap tersangka masih dilakukan.

“Belum (diamankan),” kata dia.

Indrawienny menjelaskan bahwa jajaran Satres Narkoba masih melakukan pengejaran terhadap dua orang bandar narkoba.

Baca Juga:   Kabar Baik, Tidak Lama Lagi PPPK Akan Menerima Pembayaran Gaji Berkala

“Masih kami kejar, sekitar dua orang yang sedang kami kejar,” kata dia. Namun demikian, barang bukti sabu seberat 35 kilogram berhasil disita.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan pengejaran bandar narkoba ini berawal dari pengungkapan kasus begal yang menimpa karyawati Basarnas hingga meninggal dunia pada 22 Oktober 2021.

Baca Juga:   Kemendikbud: Dana BOS Bisa Dipakai Sekolah Membeli Penyanitasi Tangan

“Tim Sat Narkoba Polres Jakpus mencari bandar sabu yang diduga sering memasok kepada pelaku kejahatan kekerasan di wilayah DKI Jakarta,” kata dia.

Menurut Hengki, penggunaan sabu atau metamfetamin mengakibatkan pelaku kejahatan hilang rasa takut, empati dan semangat yang berlebihan sebelum melakukan aksinya.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *