oleh

Banyak Warga Garut Menolak Vaksinasi Karena Terjebak Informasi Palsu

GOSIPGARUT.ID — Saat ini banyak warga di Kabupaten Garut yang masih menolak untuk divaksinasi Covid-19. Kebanyakan mereka yang menolak karena terjebak informasi palsu atau hoaks.

Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol CZi Deni Iskandar mengungkapkan, sejak Jumat (23/7/2021), pihaknya melakukan serbuan vaksinasi di wilayah selatan Garut. Targetnya, sampai Sabtu (24/7/2021), tercapai 1.000 orang warga yang divaksinasi.

“Target warga 1.000 orang selama dua hari. Tapi susah warga situ, aduh repot, pada enggak mau divaksinasi karena termakan hoaks semua. Jadi pada takut divaksin, takut mati lah, divaksin itu, bikin lumpuh lah, haram lah, jadi susah,” kata Dandim.

Baca Juga:   Produk Sabun Warga Garut Dipesan Presiden Senilai Rp 2 Miliar

Mereka yang menolak vaksinasi Covid-19, diketahui berprofesi sebagai pekerja di perkebunan sawit, karet, petani, hingga petani penggarap. “Padahal kasihan mereka kalau tidak divaksin Covid-19, tapi merekanya menolak,” ungkapnya.

Sebelum divaksinasi, menurut Dandim, sebetulnya sudah mendapatkan sosialisasi pentingnya vaksinasi Covid-19 dari Puskesmas setempat. Lebih dari itu, perusahaan tempat mereka bekerja sempat mengeluarkan surat imbauan hingga ancaman pengurangan gaji kalau tidak divaksinasi.

Baca Juga:   Dari Target 1,8 Juta Penduduk Garut, Vaksinasi Baru Menyuntik 187.625 Jiwa

“Tapi mereka cuek aja, pas kita laksanakan kegiatan tetap saja tidak datang,” jelasnya.

Dengan adanya penolakan itu, Dandim menyebut bahwa pikanya akan melakukan pendekatan secara personal melalui para Babinsa kepada warga yang menolak. Pendekatan personal menurutnya menjadi pilihan terbaik dibanding komunal.

“Enggak bisa kalau pendekatan semuanya langsung disosialisasikan, orang malah ketakutan. Babinsa akan melakukan pendekatan lebih jauh secara pribadi mereka dibina masing-masing. Kalau nggak begitu repot, mindsetnya sudah tidak mau divaksin,” sebutnya.

Baca Juga:   Warga Garut Tak Sabar Ingin Hasil Pemilu Segera Diumumkan

Langkah lainnya, diakui Dandim, pihaknya akan mengalihkan alokasi vaksinasi ke kecamatan lainnya yang warganya lebih antusias. “Tidak semua warga di wilayah selatan menolak, ada juga yang antusias. Jadinya vaksinasi ini akan kita alihkan ke wilayah lain, di selatan juga,” pungkasnya. (Mrdk)

Komentar

Berita Terkait