oleh

Asep Sopian Siap Kembali Pimpin Desa Mulyasari di Periode Kedua

GOSIPGARUT.ID — Selama satu periode dipimpin Asep Sopian, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, tampak semakin berkembang. Berbagai program unggulan untuk kemajuan tersebut diluncurkan kepala desa (Kades) ini. Mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, sampai sosial kemasyarakatan.

Dari pantauan di lapangan, pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan adalah pembangunan jalan desa dengan rabat beton yang membelah RW 04 dan RW 05 hingga ujung perbatasan desa. Kemudian, seluruh jalan lingkungan telah diperbaiki kondisinya dengan menggunakan paping blok.

Yang paling monumental dan berkelas di Jawa Barat, ia berhasil membangun sebuah sarana olahraga dan budaya yang dinamai Sabuga Katumbiri. Secara budaya, sarana tersebut merupakan sebuah pamidangan (tempat adu ketangkasan) domba garut yang melegenda itu.

Dalam hal pelayanan publik, Asep Sopian berbenah secara internal dengan membangun rehab total kantor desa. Kantor yang dibangun dua lantai itu kondisinya jadi representatif dan elegan.

Baca Juga:   Soleh Gunawan, Mantan Pegawai Humas Pemkab Garut yang Jago Pingpong

Apalagi ditunjang lengkap dengan segala fasilitas pendukung administrasi di dalamnya, tentunya lebih memperlancar tugas aparatur pemerintahan desa dalam menjalankan tugas pelayanan yang maksimal dan terbaik kepada seluruh warga.

Asep yang dikenal warga Desa Mulyasari sebagai sosok yang aktif, supel, serta terkesan selalu mempermudah segala urusan administrasi warga, juga berusaha meningkatkan pelayanan sosial kemasyarakatan dan kesehatan.

Di saat pandemi Covid-19 baru melanda, ia bersama stakeholder dan warga Mulyasari bergerak cepat melakukan banyak hal guna mencegah penyebaran virus tersebut.

Baca Juga:   Pemkab Garut Sudah Siapkan Dana Rp4 Miliar untuk Pilkades Serentak

Upaya tersebut mulai dari penyemprotan desinfektan di tiap kampung, himbauan dan sosialisasi menggunakan kendaraan operasional desa sebagai ambulans, hingga penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD).

“Hal ini dilakukan karena saya ingin semua warga Desa Mulyasari tetap sehat dan hidup layak,” kata Asep, saat berbincang santai di Sabuga Katumbiri, belum lama ini.

Ia menyebut, akibat pandemi Covid-19, tidak saja perekonomian warga yang terganggu, namun juga masih banyak pekerjaan yang terhambat.

Asep mengakui, bahwa keberhasilan dalam membangun desanya itu, berkat kerjasama yang harmonis antara dirinya dengan seluruh perangkat desa, Babinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, kader PKK, BPD, LPM, RT/RW, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Baca Juga:   Lima Desa Gelar Pilkades, Camat Bungbulang: Sosialisasi Calon Harus Simpatik

Dengan niat tulus untuk menuntaskan pembangunan di Desa Mulyasari yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, serta karena ada permintaan warga dari sembilan RW, membuat Asep Sopian merasa terpanggil untuk maju kembali dalam pencalonan Kepala Desa Mulyasari di Pilkades serentak tahun 2021.

Asep Sopian meyakini pelaksanaan Pilkades Mulyasari tahun 2021 bisa berjalan tertib, aman, lancar, dan sukses tanpa ekses. Seluruh warga Desa Mulyasari adalah saudara. Walaupun ada perbedaan pilihan dalam Pilkades nanti, namun di tengah warganya bebas dari yang namanya intrik politik. (Adam B)

Komentar

Berita Terkait