oleh

Dinkes Garut Evakuasi Puluhan ODGJ untuk Dirawat di Kota Bogor

GOSIPGARUT.ID — Dinas Kesehatan Kabupaten Garut bekerja sama dengan RSJ Marjoeki Mahdi Kota Bogor menyelenggarakan skrining dan evakuasi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Skrining tersebut dilaksanakan di Klinik Atma, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Kamis (25/02/2021).

Kordinator Dinas Sektoral dan Promotor Kesehatan RS Marjoeki Mahdi, Iyep Yudiana mengatakan ada sebanyak 35 pasien ODJG yang berasal dari berbagai daerah di Garut, akan diberangkatkan ke Kota Bogor untuk dilakukan terapi dalam rangka penyembuhan.

Pasien ODGJ yang akan berangkat harus melalui beberapa tahapan mulai dari pemberkasan sampai dengan persetujuan pihak keluarga.

“Ada tahapan-tahapan pemeriksaan, jaminan rawat identitas, termasuk skrining ulang pemeriksaan Covid-19 dan diperiksa oleh Dokter Spesialis Jiwa sama dokter UGD (Unit Gawat Darurat) kita lakukan pemeriksaan sampai pasien tersebut dinyatakan memang pertama indikasi rawat jiwa,” kata Iyep.

Baca Juga:   Dinkes Garut Telusuri Penyebab Kematian Anak Usai Imunisasi

Ia menjelaskan, tujuan akhir dari kegiatan tersebut adalah pihaknya bekerjasama dengan Kemenkes RI untuk terjung langung dalam penanganan kesehatan Jiwa.

“Tujuan akhirnya sebetulnya Rumah Sakit Marjoeki Mahdi Bogor di bawah Kementerian Kesehatan ini turun tangan langsung terjun langsung untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa seperti tadi dilihat ada tiga yang dipasung dengan rante otomatis terbebaskan hari ini bukan hanya ini nanti setelah selesai pemeriksaan, dia juga ikut perawatan pengobatan di rumah sakit,” ungkap Iyep.

Lebih jauh ia mengimbau empat hal yang harus dilakukan oleh masyarakat jika di lingkungannya ada pasien ODGJ.

Pertama, membawa pasien ke fasilitas kesehatan; Kedua, memberikan obat ke pasien; Ketiga, berdayakan pasien di masyarakat.

“Anggaplah pasien itu sebagai seseorang yang sudah pulih dan sama seperti yang lain untuk kembali ditengah-tengah masyarakat. Yang keempat nih tujuan paling akhir masyarakat menerima kembali pasien-pasien gangguan jiwa sebagai bagian dari mereka,” ujarnya

Baca Juga:   Dinas Kesehatan Garut Kaji Daerah yang Aman untuk KBM Tatap Muka

Sementara itu Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan pemkab Garut menargetkan tidak ada lagi ODGJ yang dipasung di Kabupaten Garut, karena menurutnya pasien ODGJ harus diperlakukan manusiawi.

“Target kita adalah angka pasung nol, jadi tidak ada lagi orang yang dipasung di Kabupaten Garut,” katanya saat menghadiri skrining ODGJ.

Salah satu keluarga pasien Encep Syarifudin (38) berharap dengan adanya penanganan langsung pasien ODGJ bisa membantu kesembuhan saudaranya.

“Harapannya mudah-mudahan ini salah satu jalan biar sembuh gitu, karena udah dibawa kemana-mana itu harapannya dari saya supaya bisa sembuh seperti normal biasa orang-orang yang biasa lagi,” kata Encep.

Baca Juga:   Alat Deteksi Covid-19 Unpad-ITB Masuki Validasi Sampel Virus

Encep mengatakan saudarannya yang berinisial R mengidap ODGJ setelah dulunya belajar ngelmu untuk mendapatkan kekayaan.

“Dulunya sehat, awalnya itu mungkin karena jalan pintas ngelmu, wirid ada yang ngasih wiridan mungkin ya faktor ekonomi juga jadi pengen cepet kaya,” ujar dia.

“Sudah 10 tahun R menderita, baru tahun kemarin bisa diobati secara rutin menggunakan BPJS,” tambah Encep.

R datang dengan kaki dipasung, dalam kegiatan tersebut rantai yang melilit kakinya dilepas petugas.

Encep mengaku R dipasung sejak enam bulan yang lalu karena suka mengamuk di kampungnya.

“Dipasungnya belum lama kurang lebih 6 bulan, kalau identitas penyakitnya itu hampir 10 tahun, suka teriak-teriak, terus ngamuk-ngamuk, terus lari-lari kayak ada yang bawa kemana, terus panas (dibagian Kepala) kayak ada yang menusuk,” ungkapnya. (Trbn)

Komentar

Berita Terkait