oleh

Meski Dikritik, Seleksi Calon Kepala SMA/SMK di Garut Diklaim Transparan dan Jujur

GOSIPGARUT.ID — Salah seorang peserta Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) SMA/SMK dan SLB tahun 2020 tahap 1 mengkritik proses rekrutmen calon kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum lama ini.

BCKS dari SMAN 18 Garut bernama Idwan Kartiwan itu menduga ada beberapa hal yang dilanggar oleh panitia dalam proses rekrutmen BCKS tersebut. Namun, meski adanya dugaan pelanggaran, akhirnya hasil kelulusan seleksi BCKS itu pun diumumkan juga.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah XI Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono, menyebut bahwa Idwan merupakan salah satu peserta yang belum berhasil lulus seleksi pada tahun ini. Kendati demikian, Idwan masih memiliki peluang untuk ikut seleksi lagi di tahun depan.

“Insha Allah seleksi BCKS tahun ini transparan, jujur adil, dan terbuka sejak awal pelaksanaan,” klaim dia, Rabu (16/12/2020).

Baca Juga:   Wagub Jabar di Garut Nyatakan Tangkuban Perahu Ditutup untuk Wisatawan

Asep memaparkan, sejak seleksi awal melalui administrasi, kemudian seleksi melalui kasus CI (critical incident), seorang calon harus mengisi minimal 5 kasus dari 7 kasus yang diberikan, dan seleksi substansi yang dilakukan secara online. Kemudian dinilai juga peer review setiap PNS oleh kepala sekolah dan kawan-kawannya di tempat mereka bekerja.

“Mereka yang tidak lulus diberikan informasi kepada yang bersangkutan, apa penyebab ketidaklulusannya. Pengumuman penyebab ketidaklulusan ini dilakukan melalui sistem yang dapat dibaca oleh semua orang,” jelasnya.

Baca Juga:   Kapolda Jabar Resmikan Lapang Tembak Ady Pradana di Garut

Asep menambahkan, karena sistem yang dibuat bersifat terbuka, maka setiap peserta dapat mengetahui dengan pasti apa yg menyebabkan calon tidak lulus sesuai dengan Permendikbud No 6 Tahun 2018 dan ketentuan BCKS 2020.

Intinya, tambah dia, bahwa BCKS 2020 ada perkembangan ke arah yang lebih baik, transparan dan melibatkan semua komponen. Mulai dari penilaian antar teman, penilaian oleh kepala sekolah, dan penilaian oleh pengawas dan juga oleh KCD, melalui peer review dicek 6 bulan terakhir.

Baca Juga:   Latihan Pratugas Prajurit Yonif R 303/SSM di Dua Sekolah Cisompet

“Penilaian adminstrasi melalui sistem dengan referensi data yang diupload calon, seleksi melalui online, calon dites juga kemampuan menyelesaikan masalah melalui tes critical incident, dites juga substansi tentang manajerial. Pada seleksi kali ini calon kepala sekolah tidak bertemu muka dengan yang menilai sehingga penilaian sangat objektif,” pungkas Asep. (Yuyus)

Komentar

Berita Terkait