oleh

Elemen Desa Girimukti: Sejak Dibangun PISEW dan BSPS, Perekonomian Warga Tumbuh Signifikan

GOSIPGARUT.ID — Program PISEW (pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah) dan BSPS (bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Girimukti, Dede Supian dan Kepala Desa Girimukti Sumarna Wiriyadi, saat berlangsung ramah tamah di kediaman Kades Girimukti, Rabu (27/10/2020).

Bahkan Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) PISEW, Nanang Kosim, dan sejumlah tokoh masyarakat Girimukti pun yang hadir dalam ramah tamah itu ikut membenarkan.

Dikatakan Dede Supian, sewaktu pihaknya menjabat Ketua BPD selama dua periode mengusulkan pembangunan jalan hingga 12 tahun dan tidak terealisasi. Namun berkat bantuan Fraksi PPP DPR RI, pembangunan jalan bisa terealisasi dalam waktu yang singkat sehingga di tengah pandemi Covid-19, program yang digulirkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Baca Juga:   Keseruan "Reuni Back To 17 Years Ago" Alumni SMAN 1 Cibatu (SMAN 3 Garut) Angkatan 2002

“Pembangunan jalan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat karena moda transfortasi dapat berjalan lancar,” jelas pria yang pernah menjabat ketua Karang Taruna Desa Girimukti tersebut.

Sebelum ada pembangunan PISEW, kata Dede, kondisi jalan rusak mengakibatkan moda transfortasi terhambat dan biaya operasional yang dikeluarkan cukup besar.

“Kami sangat berterimakasih karena program PISEW jelas terasa manfaatnya. Pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa meningkat dan bisa lebih baik dari sebelumnya. Harapan kami program PISEW terus dilanjutkan karena ada sisa sekitar 670 meter jalan poros desa yang belum dibangun. Tepatnya di Kampung Gular yang menghubungkan dengan Desa Girijaya, Kecamatan Kersamanah,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Kades Girimukti, Sumarna Wiriyadi, sebagai penerima manfaat pihaknya merasa bersyukur dengan adanya program PISEW yang diusung Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayati Monoarfa.

“Sebelum program ini turun sudah dilakukan musyawarah baik dengan BPD, LPM, RT/RW dan seluruh tokoh masyarakat sehingga kami sangat berterimakasih kepada semua pihak dan kepada BKAD yang sudah melaksanakan program sesuai spek dan tepat waktu,” katanya.

Baca Juga:   Pembangunan Kantor KCP BCA Garut Dikritisi Gapekdal

Meski tidak dipungkiri, lanjut Sumarna, masyarakat pro dan kontra adalah hal yang biasa namun pembangunan PISEW dan BSPS sangat besar manfaatnya dan secara signifikan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pro dan kontra di masyarakat itu biasa, tetapi program ini diawasi semua pihak ada speknya ada juklak juknisnya. Tim juga, baik fasilittor maupun pendamping, terus mengawasinya,” ujar Kades.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan dan pemantauan seluruh masyarakat di lapangan, pekerjaan dilakukan sesuai aturan, dari mulai panjang jalan dan ketebalan sudah sesuai aturan sehingga pihaknya sangat bersyukur dan bertanggung jawab untuk memelihara jalan ini.

Sementara itu Ketua BKAD Nanang Kosim menjelaskan, sebagai pengurus BKAD yang sudah dibentuk terus melakukan koordinasi dengan pendamping dan pekerjaan dilakukan sesuai arahan pendamping dan juklak juknis.

Baca Juga:   Cerita Sang Penghitung Kendaraan Mudik di Jalur Limbangan Garut

Sayangnya, jelas dia, pekerjaan baru selesai lima hari ada masyarakat tidak sabar dan memaksa melewati jalan yang baru dibangun dengan tonase yang over kapasitas sehingga mengakibatkan jalan melepuh. Padahal seharusnya jalan baru bisa dilewati setelah satu bulan pembangunan.

“Kami dari BKAD dan pihak pemerintah desa tidak mengizinkan jalan dilalui sebelum satu bulan karena bisa berakibat jalan rusak. Namun masyarakat sendiri yang tidak sabar dan memaksa membuka jalan,” kata Nanang.

Pihak BKAD, jelas dia, sudah melaksanakan pembangunan sesuai aturan dari PUPR Kabupaten Garut,yaitu K-225. Jika ada pihak yang kontra dan mengatakan ini tidak sesuai spek, BKAD dan seluruh elemen masyarakat siap untuk mempertanggungjawabnya. (Respati)

Komentar

Berita Terkait