Kesehatan

Penanganan Stunting di Garut Tetap Berjalan Meski di Tengah Pandemi Covid-19

×

Penanganan Stunting di Garut Tetap Berjalan Meski di Tengah Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Penanganan stunting.

GOSIPGARUT.ID — Penanganan stunting atau terhambatnya pertumbuhan anak di Kabupaten Garut tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19 dengan memberikan bantuan gizi tambahan maupun pemeriksaan di lapangan oleh petugas kesehatan.

“Penanganan stunting dalam masa pandemi ini kita tetap fokus, selain menangani Covid-19,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman.

Ia menuturkan upaya menanggulangi maupun mencegah munculnya kasus stunting di Garut masih terus dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan hingga kader kesehatan tingkat Posyandu.

Bahkan, lanjut Helmi, anggaran untuk program penanganan stunting di Garut tetap ada, tidak dilakukan efisiensi anggaran untuk Covid-19, sehingga dipastikan programnya akan terus berjalan tidak terganggu oleh Covid-19.

Baca Juga:   24.934 Anak di Garut Alami Stunting, Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Penyebabnya?

“Programnya tetap ada tidak dilakukan efisiensi, tetap berjalan,” katanya.

Helmi menyampaikan, upaya menanggulangi kasus stunting itu tetap mengoptimalkan kegiatan Posyandu untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan pertumbuhan bagi anak.

Namun peran Posyandu saat ini, kata dia, dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti tidak dilakukan dengan berkerumun, selalu memakai masker, dan rajin cuci tangan.

Baca Juga:   RSUD dr Slamet Siapkan Ruang Isolasi untuk Warga Terkena Virus Corona

“Untuk Posyandu kita kan masih bisa berjalan dengan pembatasan, dengan protokol kesehatan, karena itu adalah sarana melakukan pendidikan kepada masyarakat,” ujar Helmi.

Ia mengungkapkan sebelumnya Garut pada tahun 2017 dan 2018 tercatat sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang terdapat banyak kasus stunting.

Adanya laporan itu, kata Helmi, Pemkab Garut berupaya melakukan penelusuran ke daerah pelosok yang dilaporkan ada kasus stunting, selanjutnya ditingkatkan pelayanan kesehatannya juga dibantu dengan pemberian gizi.

“Tahun 2017-2018 datanya menghebohkan, tapi ternyata setelah survei di lapangan itu dalam batas normal tidak seperti diberitakan sebelumnya,” katanya.

Baca Juga:   Masih Ada 10 Ribu Anak di Garut Alami Stunting Meski Kasusnya Terus Menurun

Meski kondisi di lapangan masih batas normal, kata Helmi, kasus stunting di Garut tetap menjadi perhatian pemerintah agar tidak ada lagi warga yang kekurangan gizi atau gagal tumbuh seperti orang pada umumnya.

“Kita lakukan pendidikan, oleh petugas puskesmas lakukan pengukuran karena masih ada stunting itu,” ucap dia. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *