GOSIPGARUT.ID — Kebahagian tengah dirasakan oleh Totong, S.Pd, M.Si. Pasalnya, lelaki yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut ini baru menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang berlangsung di Pusdikmin Polri Bandung, dari 9 Juli hingga 30 Oktober 2019.
Dalam pelatihan struktural kepemimpinan pratama — sebagaimana yang diatur dalam peraturan pemerintah yang mengatur mengenai Manajemen Pegawai Negeri Sipil tersebut, Totong meraih prestasi istimewa: terbaik ketiga.
“Alhamdulillah saya merasa bersyukur kepada Alloh SWT atas pencapaian raihan prestasi ini. Semoga menjadi motivasi, inspirasi, dan barokah dalam upaya pembangunan pendidikan lebih berkualitas serta capaian IPM bidang pendidikan kita dapat naik secara signifikan,” kata Totong dalam keterangan tertulisnya yang diterima GOSIPGARUT.ID, Kamis (31/10/2019).
Ia menjelaskan, prestasi yang diraihnya itu hakikatnya merupakan takdir dari Alloh SWT. Namun syariatnya berkat motivasi dan do’a dari Bupati Rudy Gunawan, Wakil Bupati Helmi Budiman, Sekda Deni Suherlan, dan keluarga besar Pemkab Garut — khususnya keluarga besar Dinas Pendidikan.
Prestasi yang diraih Totong itu dibuktikan dengan selembar piagam penghargaan nomor 929/K.I/P.DP.07.03 yang ditandatangani oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Adi Suryanto.

Ia mengusung judul proyek perubahan, “Strategi Akselerasi Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bidang Pendidikan Berbasiskan Sinergitas dan Kolaborasi Anggaran APBD, Dana Desa, Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan dan Baznas Kabupaten Garut”.
Yaitu, sebuah terobosan inovasi pentahelix dalam upaya percepatan akselerasi capaian IPM bidang pendidikan, terutamanya pada indikator rata-rata lama sekolah.
PKN Tingkat II itu sendiri diikuti peserta dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, yakni dari unsur Mabes Polri, Polda, Polres, Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota, sebanyak 58 orang.
“Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder, yakni Baznas Kabupaten Garut, CSR perusahaan, unsur organisasi profesi, unsur perguruan tinggi, rekan-rekan media, dan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan serta semua pihak yang tidak bisa sebutkan satu per satu,” pungkas Totong. ***


.png)












