oleh

Akhir September, Jalur Rel KA Cibatu – Wanaraja Siap Digunakan

GOSIPGARUT.ID — Proyek percontohan pertama reaktivasi jalur mati kereta api antara Cibatu-Garut menunjukan progres menggembirakan. Rel sepanjang 9,1 kilometer dari total jalur hingga 19,2 kilometer yang harus diselesaikan sudah rampung terpasang.

Dengan demikian, capaian itu menghubungkan antara Stasiun Cibatu ke Stasiun Wanaraja dan sebaliknya. “Rel yang sudah tergelar antara kedua stasiun tersebut,” kata Jubir PT KAI Properti Manajemen, Hasbi, Senin (9/9/2019).

Menurut dia, pihaknya tinggal melakukan penyetelan terhadap rel R54 yang merupakan tipe standar jalur utama KA di Jawa. Langkah ini termasuk wesel, terutama yang terpasang di Stasiun Wanaraja dengan dua sepur.

Baca Juga:   Jalan Utama Mudik Lebaran di Garut Berkondisi Rusak

“bagian rel yang sudah distel. Dalam tiga pekan ini bakal rampung. Sesuai target, kami bangun sampai akhir September mendatang seperti sesuai arahan Dirut PT KAI,” tandas Hasbi.

Pihaknya menegaskan bahwa selama pembangunan kembali jalur peninggalan kolonial itu, tak ada kendala berarti yang ditemui di lapangan termasuk dalam menyiapkan struktur fondasi guna menginstal rel dan bantalannya.

Baca Juga:   Jalur Rel Kereta Api Cibatu-Garut akan Diujicoba September 2019

Ditambahkan, pasca penyelesaian petak jalan rel antara Cibatu-Wanaraja, pihaknya langsung fokus menggarap petak-petak lainnya dari Wanaraja hingga Garut. Mereka pun berharap pengerjaan itu bisa mengejar target yang dibeban. Pada 2020, jalur antara Cibatu-Garut bakal tersambungkan.

Untuk ujicoba jalur tersebut,  pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke PT KAI. Pihaknya hanya sebatas menyediakan kesiapan prasarana sehingga siap digunakan sesuai target yang dibebankan. PT KAI Daop II Bandung belum bisa memastikan jadwal ujicoba tersebut. Hanya saja, mereka sempat menyatakan bahwa KA Lokal jurusan Cibatu-Purwakarta Pp diproyeksikan sebagai KA yang melayani rute tersebut.

Baca Juga:   Tindakan Asusila Pasutri di Tasikmalaya Dikecam Masyarakat

Sebelumnya, dalam kaitan pembangunan jalur reaktivasi tersebut, Daop II Bandung sukses menyediakan lahan dengan meratakan 1.077 bangunan yang sebagian besar terkonsentrasi di kawasan Garut Kota.

Selain itu, sebanyak 26 jembatan mesti diperbarui. Lima di antaranya mempunyai panjang antara 10-40 meter. Diharapkan, jalur lama tapi baru tersebut bisa menggenjot perekonomian Kabupaten Garut dan Jabar Selatan. (SM/Fj)

Komentar

Berita Terkait