Peristiwa

Truk Kontainer Tabrak Rumah di Jalan Gentong, Tiga Orang Terluka

×

Truk Kontainer Tabrak Rumah di Jalan Gentong, Tiga Orang Terluka

Sebarkan artikel ini
Sejumlah warga melihat truk kontainer yang menabrak rumah dan warung warga di Jalan Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/09/2019). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Truk kontainer menabrak rumah warga di Jalan Raya Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/9/2019), menyebabkan tiga orang terluka hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Kepala Polsek Kadipaten AKP Erustiana membenarkan kejadian truk kontainer bermuatan kayu yang tiba-tiba mundur lalu menabrak rumah warga di pinggir jalan raya.

“Kejadian ini diduga karena ganjalnya kecil lalu truk mundur sendiri dan menabrak warung yang berada di sebelah kanan,” kata Erustiana.

Baca Juga:   Baru Pertama Kali Ngebegal, Warga Garut Langsung Diciduk

Ia menuturkan, truk yang dikemudikan Ujang (53) itu sedang parkir di pinggir Jalan Raya Kadipaten di Kampung Gentong Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, sekira pukul 03.00 WIB.

Sopir dan kernet truk tersebut, kata Erustiana, hendak beristirahat kemudian mengganjal ban truk dengan kayu, namun tanpa diduga truk justru mundur lalu berhenti setelah nabrak rumah.

“Akibat kejadian ini warung dan pemilik rumah mengalami kerusakan parah,” katanya.

Baca Juga:   Saat Piket Tertidur, SMPN 1 Cisewu Disatroni Maling, 20 Unit Komputer Raib

Erustiana menyampaikan, peristiwa itu tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah tetapi tiga orang yang tinggal di rumah tersebut mengalami luka cukup parah.

Korban yang mengalami luka yakni Iis (33), Hendra (30) dan seorang anak usia dua tahun harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Kejadian ini menyebabkan korban luka, tidak ada korban jiwa,” ujar Erustiana.

Ia menambahkan, jajarannya sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan juga mengamankan sopir dan kernet untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut.

Baca Juga:   Seorang Ibu di Karangpawitan Gantung Diri Karena Faktor Ekonomi atau Diancam?

Selanjutnya proses evakuasi truk berlangsung lama karena terkendala alat untuk menarik bangkai truk tersebut. “Evakuasi truk harus pakai crane, kita tidak ada, harus menunggu dulu,” kata Erustiana. (Ant/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *