Berita

Lahan Reaktivasi KA Cibatu-Garut Sudah 100 Persen, Tinggal Dialasi Rel

×

Lahan Reaktivasi KA Cibatu-Garut Sudah 100 Persen, Tinggal Dialasi Rel

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Jalur rel KA.

GOSIPGARUT.ID — Reaktivasi jalan rel antara Cibatu-Garut menunjukan perkembangan yang signifikan. Lahan yang dibutuhkan sudah siap 100 persen sehingga tinggal dialasi rel dan bantalan sehingga resmi terhubung.

“Sudah tembus antara kedua stasiun tersebut. Kita tinggal mengoptimalkan sisa waktu enam bulan. Kita maunya awal tahun depan sudah operasional,” jelas EVP PT KAI Daop II Bandung, Saridal, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, pemasangan rel di jalur sepanjang 19,5 kilometer itu diharapkan tak menemui kendala berarti di lapangan. Pasalnya, kegiatan tersebut lebih mudah dilakukan. “Lahan sudah beres, pembongkaran tak lagi dilakukan, rel-rel yang sudah ada itu tinggal diecer saja, tinggal kerjanya saja, kita fokus,” ujar Saridal.

Baca Juga:   Polisi Razia Kios Jamu di Jalan Pembangunan Garut, Puluhan Botol Miras Disita

Dalam skema pembangunan jalur lama yang sudah lama mati itu, operator plat merah ini merencanakan penempatan dua stasiun antara. Keduanya adalah Stasiun Pasirjengkol yang sebelumnya merupakan sekelas halte dan Wanaraja.

Untuk operasional, PT KAI sudah menyiapkan rangkaian yang bakal digunakan untuk kepentingan operasional jalur reaktivasi antara Garut-Cibatu. Begitu jalur bisa difungsikan, KA Lokal relasi Cibatu-Bandung-Purwakarta yang selama ini sudah beroperasi otomatis langsung melayani rute dari Garut dan sebaliknya.

Baca Juga:   Merajut Kesuksesan: Harmoni Antara Profesionalisme dan Gaya Hidup di Perkantoran SCBD

Di luar KA Lokal tersebut, operator plat merah masih melakukan kajian untuk mengoperasikan KA lainnya. Satu yang pasti, untuk kawasan Priangan Timur, PT KAI dalam enam bulan terakhir sudah memberikan atensi khusus.

Mereka langsung menggelar dua produk layanan yakni KA Galunggung rute Bandung-Tasikmalaya dan KA Pangandaran relasi Jakarta-Bandung-Banjar pada awal tahun ini. Dengan kondisi tersebut, pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menggulirkan KA baru dari Garut menuju Jakarta atau Bandung. Riset pasar yang positif akan berpengaruh terhadap pengoperasian KA tersebut. (SM/FJ)

Baca Juga:   Dana Desa Garut 2026 Terpangkas, Ratusan Desa Kehilangan Ruang Bangun Infrastruktur

    

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *