Berita

Setelah Dirazia, Tujuh Calon TKI Ilegal Asal Garut Gagal Diberangkatkan

×

Setelah Dirazia, Tujuh Calon TKI Ilegal Asal Garut Gagal Diberangkatkan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- TKI ilegal.

GOSIPGARUT.ID — Sebanyak tujuh perempuan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Garut gagal diberangkatkan setelah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melakukan razia terhadap perusahaan penyalur TKI tersebut.

“Jumlah tujuh orang itu pada satu perusahaan penyalur. Rencananya mau diberangkatkan entah ke mana, apakah Malaysia atau apalah saya tidak tahu karena ilegal,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Garut, Teddy kepada wartawan, Rabu (15/4/2019).

Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan penjemputan langsung terhadap tujuh calon TKI di Jakarta, untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya karena penyalur TKI ilegal itu khawatir akan merugikan.

Baca Juga:   DPC PDI Perjuangan Garut Gelar Lomba Masak Pangan Lokal dengan Bahan Pokok Nonberas

Tujuh calon TKI itu, kata Tedi, berasal dari Kecamatan Samarang, Pameungpeuk, Cibalong, Cilawu, dan Wanaraja, bahkan kementerian juga mencatat ada warga lainnya seperti dari Bandung dan kota lainnya.

“PT tersebut seolah ilegal, makanya pas ditanya semua (calon TKI) tidak hanya dari Garut, ada dari Bandung dan lainnya yang tidak punya dokumen keberangkatan,” katanya.

Baca Juga:   Amankan Mudik, Aparat Polisi dan Kemenhub Siaga di Terminal Guntur

Tedi menambahkan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Garut tidak mengetahui adanya warga Garut yang mengikuti program penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, baru mengetahui setelah ada laporan dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Kementerian, lanjut dia, meminta seluruh calon TKI ilegal asal Garut itu dijemput untuk memastikan kepulangan mereka semua kembali ke keluarganya masing-masing.

“Kita serah terimakan dengan keluarga yang akan menerima, serta memberitahukan ke desa dan camat,” ujar Tedi. (Ant/Gun)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *