Berita

Jalur Pangalengan — Rancabuaya yang Tertutup Longsor Sudah Dapat Dilalui

×

Jalur Pangalengan — Rancabuaya yang Tertutup Longsor Sudah Dapat Dilalui

Sebarkan artikel ini
Jalur Pangalengan -- Rancabuaya yang tertutup longsor sudah dapat dilalui. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Longsor yang menutup jalan Pangalengan — Rancabuaya, persisnya di Kampung Ciawitali, Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, pada Senin sore (15/4/2019), sudah bisa dilalui kendaraam sejak Selasa siang (16/4/2019). Namun, pembersihan masih akan terus dilakukan hingga badan jalan benar-benar aman untuk dilalui.

Kapolsek Cisewu AKP Dede Yayat Hardiat mengatakan, pembersihan longsor dilakukan sejak Selasa pukul 06.00 WIB menggunakan alat berat. Menurut dia, mulai pukul 10.30 WIB kendaraan roda dua dari kedua arah di jalan provinsi itu sudah bisa melintas.

“Pembersihan material lumpur dan kerikil serta batuan yang menutupi Jalur Talegong-Cisewu dengan menggunakan alat berat milik PUPR Provinsi Jawa Barat. Baik roda dua dan roda empat sudah bisa jalan,” kata dia.

Baca Juga:   Pemkab Garut Usulkan Peningkatan Jalur Pamalayan–Cikarang–Cimahi, Akses Selatan Ditargetkan Pangkas Waktu Tempuh

Kapolsek mengatakan, petugas di lapangan masih terus berupaya untuk membersihkan sisa material longsoran yang ada. Diperkirakan, jalan itu akan benar-benar kembali normal pada Rabu (17/4/2019).

Sebelumnya, pada Senin (15/4/2019) terjadi longsor di beberapa titik jalur Pangalengam — Rancabuaya, persisnya di Kecamatan Cisewu, yang diakibatkan hujan deras. Longsoran dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi 7 meter, menutup jalan terjadi di Kampung Ciawitali, Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu. Selain itu, longsor juga mengakibatkan ambruknya jembatan di jalan desa Kampung Kiararambay, Desa Girimukti. Akibatknya, transportasi ke Desa Girimukti terputus total.

Baca Juga:   Pemkab Garut Akan Bangun Pasar Modern di Cisewu Senilai Rp4 Miliar

“Kejadian kemarin tak ada korban jiwa. Karena jauh dari pemukiman dan kebetulan saat itu hujan lebat orang pada tak lewat. Namun saat hujan reda orang banyak, longsor keburu turun,” kata Kapolsek.

Yayat mengimbau pengguna jalan agar lebih hati-hati melintasi jalan tersebut. Pasalnya, debit air yang mengalir ke arah tebing masih cukup besar.

Baca Juga:   Selama Ramadan, Mal Pelayanan Publik Garut Buka Lima Hari Kerja dari Pukul 08:00 hingga 16:00

Ia mengakui, daerah itu memang rawan longsor karena tebing dari mulai Ciawitali sampai perbatasan Desa Pasiranjing itu tanahnya labil dan banyak tebing tinggi. “Memang tak ada jalur alternatif. Tapi kita mengimbau untuk hati-hati melewati jalur sepanjang 3 kilometer dari Sasak Geulis sampai Desa Mekarsewu. Karena di situ rawan longsor dan kanan kiri jalannya tebing,” kata dia. (ROL/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *