oleh

Garut Punya 50 Wasit Sepakbola, yang Aktif Hanya 25 Orang

GOSIPGARUT.ID — Wakil Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut, Dadan Suhanda mengungkapkan, di Kabupaten Garut sangat kekurangan wasit sepakbola. Saat ini jumlah wasit yang ada kurang dari 50 orang dan yang aktif hanya sekitar 25 orang.

“Di Garut ini sangat kurang, yang ada sekarang ini kurang dari 50. Sedangkan kebutuhan wasit sekitar 150 orang. Makanya saat Liga Desa yang lalu terpaksa banyak pertandingan yang menggunakan wasit cadangan,” ungkap Dadan pada acara penutupan Kursus Wasit Lisensi C2 dan C3 di Hotel Agusta Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jumat (12/04/2019).

Menurut dia yang juga Ketua panitia kursus wasit tersebut, kebutuhan wasit di Garut cukup mendesak, karena rencananya selepas Lebaran Iedul Fitri, atau bulan Juni mendatang akan digelar Liga Garut, yang banyak memerlukan wasit.

Baca Juga:   Tiga Asisten Pelatih Baru Persib Dampingi Miljan Radovic

“Selepas lebaran nanti, akan digelar Liga Garut, yang pesertanya itu voter Askab sebanya 61 tim. Kebayang jumlah pertandingan sepanjang tahun berapa ratus pertandingan. Ini memerlukan wasit yang cukup banyak,” tutur Dadan.

Sayangnya, lanjut Anggota TNI ini, peserta kursus dari Garut hanya 25 orang.

“Sengaja kursus wasit ini kami selenggarakan di Garut, dengan maksud agar peserta dari Garut bisa banyak yang ikut, dan ada perwakilan dari tiap kecamatan. Sayangnya mereka terbentur oleh biaya. Dari 25 peserta, beberapa di antaranya terpaksa saya biayai dengan uang saya sendiri. Sebab minta bantuan ke Pemkab Garut pun katanya tidak ada anggaran,” kata Dadan.

Baca Juga:   Persib Beri Keleluasaan Penuh Miljan Radovic Rekrut Pemain Baru

Ditambahkannya, kursus wasit di Garut ini cukup istimewa, karena peserta diberikan materi caracter building, agar memiliki integritas tinggi sebagai pengadil di tengah lapangan.

“Di Garut ini luar biasa, beda dengan penyelenggaraan wasit di daerah lain. Kami sengaja memberikan materi caracter building, supaya mereka punya itegritas. Jangan sampai ada kasus mafia wasit lagi,” ujar Dadan.

Baca Juga:   Pelatih Vietnam Sebut Trio Lini Depan Indonesia Bakal Diwaspadai

Adapun peserta kursus wasit ini berlatar belakang profesi yang berbeda, mulai yang berprofesi sebagai guru, petani, buruh, dan lain-lain. Peserta terjauh datang dari Padang (Sumatra Barat), Jember, Malang, dan lain lain. “Ada juga peserta wanita, tiga orang dari Garut dan tiga dari luar Garut,” jelasnya.

Sedangkan pemateri terdiri dari mantan wasit yang memiliki lisensi FiFA di antaranya, H Mulyana Sobandi, Amir Budi, dan Ayu Daud. Garut sendiri baru memiliki satu orang wasit berlisensi C1 Nasional, yakni Feri Permana yang berkiprah di Liga 1 Indonesia.
(Yuyus)

Komentar