GOSIPGARUT.ID — Kepala Daerah Operasional Wilayah II Bandung Jawa Barat, Saridal, mengatakan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengoperasikan kereta api jurusan Stasiun Cibatu-Wanaraja, Kabupaten Garut, pada September 2019 mendatang. Sedangkan untuk sampai Garut Kota, kemungkinan awal tahun depan.
“Pembangunan relnya sudah dimulai, insya Alloh September sudah sampai Wanaraja. Saya maunya sudah bisa dioperasikan mulai September dari Cibatu ke Stasiun Wanaraja,” ujarnya, saat menyaksikan pelaksanaan pasar murah KAI di Stasiun Garut Kota, Selasa (02/04/2019).
Saridal menjelaskan, dari 1077 bangunan yang ada di bantaran rel kereta api Cibatu – Wanaraja, sejauh 19,5 kilometer itu, yang sudah dibongkar hampir 98, 9 persen.
“Yang belum dibongkar itu tinggal 2 kilometeran lagi. Karena ini masa pemilu harus tenang, kami tidak melakukan pembongkaran. Tapi kalau mau bongkar sendiri silahkan, uang bongkarnya sudah dibayarkan semua,” ujar dia.
Adapun uang pengganti, atau yang disebut Saridal uang bongkar, besarannya bervariasi. Untuk bangunan permanen Rp250 per meter dan semi permanen Rp200 ribu per meter.

Sementara itu, pasar murah yang diselenggarakan PT. KAI tersebut, dikatakan Saridal, dananya dikeluarkan dari CSR. “Ini adalah kewajiban sebagai BUMN. Untuk kegiatan ini sekitar Rp40 jutaan, kemarin ke SMK Pasundan Rp50 juta, untuk masjid dan lain-lain, semuanya di Garut, tujuh titik,” tuturnya.
Sebako murah yang berisi beras, minyak, gula, sarden, dan lain-lain itu diperuntukan warga sekitar stasiun, yakni di wilayah Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota. (Yuyus)



.png)











