Budaya

Alun-alun Garut Pernah Dipakai Tempat Adu Harimau dan Kerbau

×

Alun-alun Garut Pernah Dipakai Tempat Adu Harimau dan Kerbau

Sebarkan artikel ini
Lubang seperti gua terletak di bawah babancong sebagai tempat kurungan harimau-harimau Garut sebelum dilepas ke alun-alun. Lubang ini dahulu berjeruji besi, berbeda dengan kondisi sekarang sebagai tempat bermain anak-anak. (Foto: Jani Noor)

GOSIPGARUT.ID — Alun-Alun Garut yang terletak di Jalan Ahmad Yani No 22, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garutkota, Kabupaten Garut, menyimpan sebuah cerita tersendiri, yakni pernah dipakai sebagai tempat adu harimau dan kerbau.

Sejarawan Garut Deddy Effendie mengatakan, adu ‘maung’ (harimau) dan ‘munding’ (kerbau) sebagai bentuk pesta rakyat setelah merayakan Idul Fitri.

Kegiatan ‘adu maung dan munding’ tersebut, kata dia, diperkirakan terjadi sekitar tahun 1900-an. Sebab, Bupati Garut kala itu, RAA Wiratanudatar menjadi Bupati Limbangan (nama Kabupaten sebelum Garut) tahun 1870 sampai 1915.

Baca Juga:   PPTPPA Garut Canangkan Pos Bersahaja untuk Memudahkan Pelayanan Masyarakat

Raden Adipati Aria Wiratanudatar ke-8 selalu mengadakan kegiatan adu maung setelah Lebaran. Setelah Salat Id di Masjid Agung, Bupati terus ke Pendopo, dan dari Pendopo mengganti pakaian dengan pakaian kebesaran kerajaan.

“Lalu naik kuda ke karesidenan dan setelah bertemu residen lalu merayakan Idul Fitri itu dengan mengadakan adu maung (harimau) dan munding (kerbau). Harimau disimpan di bawah babancong,” jelas Deddy.

Baca Juga:   Alun-alun Garut Segera Difungsikan dengan Wajah Baru Senilai Rp12,7 Miliar Lebih

Untuk diketahui, babancong adalah tempat pidato kepala daerah yang terletak di antara Pendopo dan Alun-alun.

Selanjutnya, harimau-harimau yang dikurung di bawah babancong, dilepas ke alun-alun. Dengan ganasnya, harimau tersebut menerkam kerbau ‘edan’ yang sudah berada di tengah lapang. Harimau dan kerbau saling menerkam. Kerbau juga tidak mau kalah karena memiliki tanduk yang besar serta tajam.

Baca Juga:   Semua Sekolah di Garut Dipastikan Sudah Siap Belajar Tatap Muka

Kendati badan kerbau lebih besar, yang menang tentunya harimau. Lalu, setelah kerbau mati, harimau pun dimasukkan lagi ke tempat semula dikurung di bawah babancong.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *