Berita

Menguntungkan, Petani Garut Beralih Tanam ke Benih Padi Jenis Jayanti

×

Menguntungkan, Petani Garut Beralih Tanam ke Benih Padi Jenis Jayanti

Sebarkan artikel ini
Lahan pertanian. (Ilustrasi/Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Petani di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, mulai beralih tanam padi ke jenis benih padi jayanti yang dianggap lebih tahan dari ancaman hama perusak padi dan lebih meguntungkan secara materi dibandingkan jenis benih lainnya.

“Benih jayanti ini cocok di lahan daerah saya, jadi sekarang pakai benih itu,” kata Muhamad Jalaludin petani Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat 29 Maret 2019.

Ia menuturkan, petani di Desa Sukasenang kebanyakan menanam padi jenis benih sarinah dan beberapa jenis lainnya selama bertahun-tahun, kemudian tertarik pada benih jayanti setelah ada pendatang yang menawarkan benih tersebut.

Benih yang ditawarkan secara gratis tersebut, kata Jalaludin, mulai ditanam di areal lahan seluas 1,5 hektare dengan pola penanaman dan perawatan seperti biasa petani lakukan pada benih padi sebelumnya.

Baca Juga:   Kantor Desa Panggalih Terancam Ambruk, Pegawai Ketakutan Jika Sedang Ngantor

“Sudah dicoba kemarin (musim tanam dan panen sebelumnya) terbukti hasilnya bagus, cocok di daerah sini,” ujar dia.

Jalaludin menuturkan, benih padi jayanti yang mulai dikembangkan petani di daerah tersebut memiliki perbandingan produksi yang lebih banyak yakni sebanyak 7 ton per hektare, sedangkan benih lainnya di kisaran 6 ton per hektare.

Selain itu, lanjut dia, tanaman padi dari benih jayanti itu memiliki keunggulan lebih kuat batangnya, dan tahan pada serangan hama, terutama hama tikus yang selama ini dikeluhkan petani di Desa Sukasenang.

“Keunggulannya batang kuat, sedikit tahan hama, terutama tikus, harga jual gabah Rp45.000 sampai 46.000 per kuintal masih padi basah bisa dikatakan stabil,” kata Jalaludin.

Baca Juga:   40 Truk Angkutan Batu dan Pasir di Garut Terkena Tilang Polisi karena Bawa Muatan Melebihi Kapasitas

Ia mengungkapkan, benih yang memiliki keunggulan itu tentunya akan terus dikembangkan sendiri, sebelum akhirnya disosialisasikan lagi kepada petani di areal pertanian wilayah Desa Sukasenang.

“Akan dikembangkan karena cocok, bagus, tapi belum disebarkan ke kelompok tani, baru bersifat pribadi,” kata Jalaludin.

Kepala Seksi Serealia Dinas Pertanian Kabupaten Garut Endang Junaedi menyatakan, benih padi jenis jayanti itu dapat dikatakan benih lokal yang setiap pemberian namanya mungkin akan berbeda-beda dengan daerah lain.

Benih padi yang biasa ditanam oleh petani di Garut, kata dia, di antarnya varietas sarinah, mekongga, ciherang, dan IR64 yang sudah memiliki sertifikat, sedangkan jayanti baru sebagian petani menggunakannya.

Baca Juga:   Petani Jagung di Garut Sudah Mulai Merasakan Manfaat Kartu Tani

“Jenis padi di Garut ini kebanyakan ciherang, mekongga, sarinah, IR64, itu varietas yang sudah dirilis dan disertifikat,” kata Endang.

Ia menambahkan, benih padi jenis jayanti yang digunakan sebagian petani itu merupakan benih lokal, yang produksinya tidak kalah bagus dengan benih varietas padi yang sudah bersertifikat.

Pemerintah daerah, kata Endang, hanya menganjurkan pada benih yang sudah bersertifikat, adapun petani memilih benih jayanti juga diperbolehkan selama petani meminatinya dan menguntungkan. (Ant/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *