Berita

Pendamping PKH Garut Bantah Kampanyekan Capres Lewat Sebaran Kalender

×

Pendamping PKH Garut Bantah Kampanyekan Capres Lewat Sebaran Kalender

Sebarkan artikel ini
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tarogongkaler, Kabupaten Garut, menunjukan kalender yang dibagikan kepada masyarakat penerima PKH. (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Koordinator pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) membantah telah mengampanyekan Calon Presiden RI Joko Widodo melalui sebaran kalender PKH yang dibagikan kepada masyarakat di Kabupaten Garut.

“Kalender itu ada komponen kesehatannya, kewajiban KPM (keluarga penerima manfaat) apa saja, dan komponen kesejahteraan sosial, itu yang kami sampaikan, tidak lebih,” kata Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Ari Awaludin kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

Ia menuturkan bahwa petugas PKH di lapangan hanya membagikan kalender kepada masyarakat penerima PKH sebagai media sosialisasi berdasarkan surat perintah dari Direktorat Jaminan Sosial Keluarga.

Baca Juga:   Transformasi Teknologi Pergudangan : CitoXpress Perbarui Armada Material Handling Menuju Logistik Hijau

Jika tidak ada surat perintah itu, kata Ari, tentunya pendamping PKH tidak akan berani membagikan kalender tersebut kepada masyarakat. “Karena ini sudah instruksi,” ujarnya.

Ari mengungkapkan, pendamping PKH di lapangan hanya membagikan saja, tidak ada praktik kampanye terselubung atau mengajak, mendukung dan memilih salah satu pasangan calon presiden.

“Apalagi, sampai ada ajakan memilih salah satu calon, itu tidak ada,” katanya.

Baca Juga:   Bawaslu Garut Selidiki Penyebaran Kalender PKH Bergambar Capres

Ari menegaskan, kalender bergambar Presiden Joko Widodo itu murni sebagai alat sosialisasi PKH sekaligus jadwal pencairan dana PKH kepada masyarakat penerima program.

Informasi dalam kalender itu, kata dia, akan memudahkan masyarakat penerima program agar mengetahui jadwal pencairan karena selama ini banyak yang menanyakan waktu pencairan uang.

Namun, pembagian kalender itu menjadi ramai di berbagai media sosial, dan menjadi pembahasan banyak warga di Garut. “Untuk itu, saya akan mengklarifikasi agar tak ada kabar simpang siur,” ujar Ari. (Ant/Yus)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *