Berita

Nenek Berusia 81 Tahun Ini Hidup Sakit-sakitan di Rumah yang Nyaris Roboh

×

Nenek Berusia 81 Tahun Ini Hidup Sakit-sakitan di Rumah yang Nyaris Roboh

Sebarkan artikel ini
Nenek Ramini. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Malang nian nasib Nenek Ramini, warga Kampung Lio, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Dalam usianya yang cukup tua, 81 tahun, ia harus menjalani sisa hidupnya amat pedih. Selain kemiskinan yang mendera, Nenek Ramini pun dalam kondisi sakit-sakitan.

“Saat ini Nenek Ramini sedang menderita struk ringan. Jika berjalan selalu tidak lepas dari tongkatnya. Yang menyedihkan lagi, rasa sakit itu dihadapi Nenek Ramini dalam kesendirian,” kata Cepi, salah seorang warga Cisewu yang empati kepada wanita kelahiran tahun 1938 itu.

Ia menerangkan, Nenek Ramini yang tak mempunyai anak itu di tengah deraan sakit struknya terus berjuang untuk mempertahankan hidup dengan jalan berjualan makanan alakadarnya. Nenek Ramini sengaja menjadikan rumah reyotnya yang berukuran 2 × 3 meter sebagai warung.

Baca Juga:   PVMBG: Ingatkan Kejadian Bencana Kerap Berulang

“Untuk modal dagangnya, Nenek Ramini mendapatkan pinjaman dari bank keliling (rentenir) sebesar Rp500 rebu. Mungkin dengan beban utang tersebut yang menjadikan Nenek Ramini terus berdagang meski dalam kondisi sakit,” terang Cepi.

Ketika disambangi ke tempat tinggalnya di Kampung Lio, memang Nenek Ramini dijumpai tengah berjualan. Kondisi warungnya yang sekaligus sebagai tempat tinggalnya tampak memprihatinkan. Bangunan yang terbuat dari bambu tersebut tampak nyaris roboh.

Baca Juga:   Kemendikbudristek Dorong Ekosistem Pendidikan Garut Percepat Penyerapan Dana PIP

Tak heran, jika dengan kondisi rumah Nenek Ramini begitu kemudian membangkitkan empati seorang tokoh pemuda Desa Cisewu, Eka Yuswanto, untuk memperbaiki rumah janda tua tanpa anak tersebut.

Rumah Nenek Ramini yang nyaris roboh. (Foto: Istimewa)

Menurut Eka, dirinya bersama sejumlah donatur lainnya kemudian menghimpun dana untuk pembuatan rumah baru Nenek Ramini yang lokasinya tidak jauh dari rumah terdahulu. Malah dana tersebut, lanjutnya, kini sudah dibelikan pada sejumlah material seperti semen, genteng, GRC (dinding), dan lain-lain.

“Kami pun sudah memulai pembuatan rumah itu dengan melibatkan sejumlah pemuda Desa Cisewu. Ukuran bangunannya 3 × 5 meter, berlantaikan tembokan,” kata Eka.

Baca Juga:   Polres Garut Sita 173 Botol Miras di Leles, Dijual Lewat Warung dan COD

Ia menambahkan, adapun dana yang terhimpun dari para dermawan relatif mencukupi untuk pembuatan rumah semi permanen itu. Harapannya selain membuatkan rumah, pihaknya juga ingin memberikan perabotan isi rumahnya.

“Maka kepada siapa saja calon dermawan yang ingin membantu meringankan beban hidup Nenek Rumini, kami masih menunggu uluran tangannya,” ujar Eka. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *