GOSIPGARUT.ID — Memasuki tahun akademik 2019-2020, Universitas Garut (Uniga) menargetkan penerimaan mahasiswa baru sebanyak 2000 orang untuk mengisi kuota yang telah disiapkan Panitia Penerima Mahasiswa Baru (PPNMB) dengan mengikuti prosedur baik daftar langsung, jalur undangan, ataupun secara online.
Saat ditemui di ruang kerjanya Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengungkapkan, Uniga dituntut memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Priangan Timur dan Jawa Barat untuk melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tingginya di Uniga.
Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai program studi yang mempunyai link and match dengan kebutuhan dunia kerja, dunia pendidikan, dunia usaha, serta dunia industri. Bahkan tidak berhenti sampai di situ, pihaknya juga menyiapkan program studi yang bisa mewadahi para calon mahasiswa yang mempunyai prestasi nonakademik. Salah satunya prestasi olahraga.
“Kita sudah menyiapkan program pendidikan jasmani. Menurut kami pendidikan itu adalah satu jalan mengubah nasib manusia untuk menaikan taraf kesejahteraan,” ujar Syakur.
Ia menambahkan, saat ini Uniga telah memiliki 25 program studi dari 8 fakultas dan 1 program pascasarjana. Seiring dengan perkembangannya demi menunjang jumlah program studi tadi, pembangunan infrastruktur terus dikebut sehingga diharapkan bisa menampung 2000 sampai 2.500 mahasiswa baru untuk tahun ini.
“Sekarang saja jumlah mahasiswa Uniga dari seluruh fakultas berjumlah sekitar 7.000. Tentunya ini menjadi tantangan buat kami bagaimana para lulusan Uniga bisa beradaptasi dan terserap oleh dunia kerja atau dunia usaha. Salah satunya peningkatan kualitas para tenaga pengajar dengan melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai stakeholder, terutama dengan perguruan tinggi luar negeri seperti yang telah kita jalani yaitu dengan Malaysia dan Philipina,” terang Syakur.
Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Gugun Geusan Akbar, M.Si mengungkapkan, sampai gelombang dua jumlah calon mahasiswa yang telah mendaftar dari seluruh fakultas berjumlah hampir 900 orang, plus pendaftar program bidikmisi berjumlah 200 orang.
“Jadi sudah hampir 1.100, kami terus memantau perkembangan dan progresnya cukup baik. Sampai akhir Agustus nanti kami optimis jumlah calon mahasiswa akan sesuai dengan target Pak Rektor,” kata dia.
Soal perekrutran mahasiswa baru di luar Garut, jelas Gugun, dilakukan kerjasama dengan para alumni, SMA/SMK yang ada di Jawa Barat serta dengan berbagai instansi pemerintah daerah, sehingga dari itu sistem kerjasamanya terbangun dan akan tetap menjadi mitra yang baik ke depannya.
“Sampai saat ini hasilnya cukup baik. Calon mahasiswa tidak hanya datang dari Garut sekitarnya tapi dari kabupaten/kota lain di Jawa Barat bahkan luar Pulau Jawa,” katanya.
Saat diminta penjelasan tentang program beasiswa, Gugun mengungkapkan, mahasiswa baru yang sudah mendaftar di Uniga, tidak perlu khawatir karena pihaknya siap memberikan stimulus berupa pemberian beasiswa. Di antaranya beasiswa PPA, bantuan dari pemerintah provinsi (banprov), beasiswa yayasan dan bidikmisi bagi calon mahasiswa dan mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
“Tentunya seluruh program beasiswa tersebut didapat melalui satu seleksi yang ketat dan kompetitif,” jelasnya. (Yuyus)



.png)

























