Kesehatan

Kepala DPMPTSP Garut Bagikan Kisah Lolos dari Operasi Bypass Jantung, Ajak Pasien Jangan Takut Berobat

×

Kepala DPMPTSP Garut Bagikan Kisah Lolos dari Operasi Bypass Jantung, Ajak Pasien Jangan Takut Berobat

Sebarkan artikel ini
Budi Gan gan Gumelar.

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, Budi Gangan Gumilar, membagikan pengalaman pribadinya menjalani operasi bypass jantung (Coronary Artery Bypass Grafting/CABG) sebagai bentuk motivasi bagi para penderita penyakit jantung.

Melalui unggahan di akun TikTok yang dilihat GOSIPGARUT.ID pada Rabu (15/7/2026), ia mengajak masyarakat untuk tidak takut menjalani operasi apabila tindakan tersebut telah direkomendasikan dokter.

Budi mengisahkan, operasi yang dijalaninya berlangsung pada 2020 atau 2021, saat pandemi Covid-19 masih berada pada puncaknya. Ketika itu, kondisi kesehatannya sudah sangat menurun. Ia harus menggunakan bantuan oksigen di rumah karena mudah sesak, sementara kedua kakinya mengalami pembengkakan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tiga pembuluh darah koroner mengalami penyumbatan berat. Arteri kiri tersumbat hingga 94 persen, arteri kanan 98 persen, dan arteri belakang mencapai 87 persen.

“Kalau rekan-rekan atau Bapak dan Ibu yang akan melakukan operasi bypass, jangan khawatir. Dengan teknologi sekarang, operasi adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk mencari kesembuhan. Kalau sembuh, itu hanya dari Allah,” ujar Budi.

Baca Juga:   Dari Klinik Darurat ke RSU dr. Slamet, Jejak Panjang Rumah Sakit Pertama di Garut

Meski penyumbatan yang dialaminya tergolong berat, kemampuan pompa jantung (ejection fraction/EF) masih berada di angka 67 persen sehingga dokter memutuskan operasi masih memungkinkan dilakukan.

Sebelum tindakan operasi, ia juga diwajibkan menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kesehatan gigi untuk memastikan tidak ada infeksi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama operasi.

Pada Maret tahun tersebut, Budi menjalani operasi di Rumah Sakit Santosa dengan memanfaatkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia mengaku mendapatkan pelayanan yang profesional tanpa membedakan pasien BPJS maupun pasien umum.

“Alhamdulillah, pelayanan BPJS di sana sangat baik. Saya dilayani secara profesional dan seluruh biaya operasi ditanggung sehingga saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali,” katanya.

Perjalanan menuju ruang operasi ternyata tidak berjalan mulus. Tim medis harus mencari stok darah karena Budi memiliki golongan darah O Rhesus Negatif (O-), jenis darah yang sangat langka di Indonesia.

Baca Juga:   LPM Pataruman Soroti Kartu PBI Nonaktif, Nunu Nugraha: Hak Kesehatan Tak Boleh Dikorbankan

Keluarga bersama pihak rumah sakit akhirnya memperoleh donor dari Jakarta dan PMI Bandung setelah pencarian dilakukan ke berbagai daerah.

Operasi bypass berlangsung sekitar delapan jam. Namun, perjuangan Budi belum berakhir. Setelah operasi pertama selesai, dokter menemukan masih terdapat cairan di sekitar jantung yang menyebabkan tekanan darahnya turun drastis hingga ia harus kembali menjalani operasi kedua.

Budi mengaku mampu melewati masa kritis tersebut karena berusaha menenangkan diri dan menyerahkan seluruh hasil pengobatan kepada Allah SWT.

“Sebelum masuk ruang operasi saya sudah pasrah. Hidup dan mati bukan milik saya. Tugas saya adalah berikhtiar semaksimal mungkin untuk berobat,” ucapnya.

Operasi bypass dilakukan dengan mengambil pembuluh darah dari kedua kakinya untuk membuat jalur baru pada pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan.

Kini, ia mengaku dapat kembali beraktivitas normal. Berbagai keluhan yang dulu membatasi aktivitasnya, seperti mudah lelah, sesak napas, harus menggunakan oksigen, hingga pembengkakan pada kaki, telah hilang.

Baca Juga:   Tak Ada Biaya, Bayi Empat Bulan di Pamulihan Tak Bisa Berobat

Berangkat dari pengalamannya, Budi mengimbau masyarakat yang didiagnosis menderita penyakit jantung agar tidak menunda pengobatan apabila dokter telah menyarankan operasi.

“Jangan hanya karena takut lalu tidak berbuat apa-apa. Ikhtiar adalah kewajiban kita. Persiapkan diri, kuatkan hati, terus berdoa, dan ikuti anjuran dokter,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program BPJS Kesehatan. Menurut Budi, seluruh rangkaian pengobatan yang dijalaninya, mulai dari pemasangan tiga ring jantung hingga dua kali operasi bypass, diperkirakan bernilai sekitar Rp700 juta dan seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan.

“Manfaat BPJS benar-benar saya rasakan. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkannya dengan baik apabila membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Budi.

Di akhir pesannya, ia berharap pengalaman yang dibagikannya dapat memberikan semangat kepada para pejuang penyakit jantung agar tidak menyerah menjalani pengobatan dan tetap optimistis dalam proses penyembuhan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *