GOSIPGARUT.ID — Tiga perempuan kepala keluarga (janda) yang menjadi korban kebakaran rumah di Kampung Cisewu, RT 02 RW 01, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, diharapkan segera mendapat bantuan pembangunan rumah.
Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, meminta Pemerintah Kabupaten Garut mengoptimalkan pendanaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk membantu para korban.
Permintaan itu disampaikan Yudha saat mengunjungi ketiga korban untuk menyerahkan bantuan pada Rabu (1/7/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Camat Cisewu Ade Poniman beserta jajaran, unsur Babinsa, pendamping sosial Desa Cisewu, dan pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cisewu.
Ketiga korban, yakni Titin, Yani, dan Deni, kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka dilalap api pada Selasa (30/6/2026). Seluruhnya merupakan perempuan kepala keluarga yang selama ini mengandalkan pekerjaan sektor informal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Yudha menilai kondisi para korban membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Menurut dia, Titin bekerja dengan mengumpulkan barang bekas dan sesekali menjadi tukang pijat, sedangkan Yani berjualan bubur untuk menghidupi keluarganya.
“Saya meminta kepada Bupati Garut untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR, Baznas, dan Disperkim agar Ibu Titin, Ibu Yani, dan Ibu Deni yang semuanya perempuan kepala keluarga dapat membangun kembali rumahnya,” kata Yudha.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, Yudha juga mendorong Kementerian Sosial segera melakukan asesmen terhadap ketiga korban agar dapat memperoleh program Rumah Sejahtera Terpadu (RST).
Ia meminta pendamping sosial di Kecamatan Cisewu segera menyiapkan usulan administrasi sebagai syarat pengajuan bantuan. Dengan begitu, proses asesmen oleh Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kementerian Sosial dapat segera dilakukan.
“Saya berharap ketiga keluarga ini diprioritaskan memperoleh bantuan Rumah Sejahtera Terpadu dari Kementerian Sosial setelah dilakukan asesmen,” ujarnya.
Yudha berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Baznas, dunia usaha melalui CSR, dan berbagai pihak lainnya dapat mempercepat pemulihan kehidupan para korban. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar warga yang kehilangan rumah akibat musibah dapat segera kembali memiliki hunian yang layak.
“Semoga kita bisa bahu-membahu mencari solusi, khususnya bagi ketiga janda yang mengalami musibah ini, serta masyarakat Garut lainnya yang tertimpa bencana,” tutur Yudha. ***



.png)














