Berita

GMNI Garut Peringati Bulan Bung Karno, Tekankan Penguatan Ideologi Pancasila dan Kampanye Antinarkoba

×

GMNI Garut Peringati Bulan Bung Karno, Tekankan Penguatan Ideologi Pancasila dan Kampanye Antinarkoba

Sebarkan artikel ini
Bulan Bung Karno yang diperingati Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Garut pada Sabtu (27/6/2026).

GOSIPGARUT.ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Garut menggelar rangkaian kegiatan peringatan Bulan Bung Karno pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung lancar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Garut, Farzha MNN, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian acara dapat terlaksana tanpa kendala berarti. Menurut dia, evaluasi tetap diperlukan dalam setiap kegiatan, namun secara umum pelaksanaan berjalan sesuai dengan rencana.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Tentu dalam setiap kegiatan selalu ada evaluasi, namun secara keseluruhan acara berlangsung dengan baik,” ujar Farzha.

Peringatan Bulan Bung Karno kali ini turut dihadiri Ketua Persatuan Alumni GMNI Kabupaten Garut, Dedi Hasan Bachtiar, beserta sejumlah tamu undangan. Farzha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Farzha menegaskan bahwa Bulan Bung Karno tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial atau sekadar mengenang sejarah. Menurutnya, perjuangan dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas kebangsaan.

Baca Juga:   Rotasi dan Mutasi Pejabat, Publik Garut Menanti Gebrakan Nyata dari Bupati Syakur Amin

“Bung Karno bukan milik GMNI ataupun kelompok tertentu. Bung Karno adalah sang proklamator yang menjadi milik seluruh bangsa Indonesia. Beliau telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia selama bertahun-tahun dan jasa-jasanya patut dihargai oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, peringatan tahun ini mengangkat empat momentum penting, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, hari wafat Bung Karno pada 21 Juni, serta Hari Anti Narkotika Internasional yang diperingati setiap 28 Juni.

Menurut Farzha, penyisipan kampanye antinarkoba dalam rangkaian kegiatan merupakan bentuk komitmen GMNI untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan muda, mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Kami ingin mengingatkan bahwa sebagai kader GMNI, kami harus selalu waspada dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Meskipun peringatannya jatuh pada tanggal 28 Juni, hari ini kami turut memperingatinya sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, DPC GMNI Kabupaten Garut berharap semangat nasionalisme, pengamalan nilai-nilai Pancasila, serta kesadaran akan bahaya narkoba semakin mengakar di tengah masyarakat.

Baca Juga:   Bulan Bung Karno di Garut, Donor Darah hingga Layanan Adminduk Digelar untuk Bantu Penderita Thalasemia

Sementara itu, Alumni Senior GMNI Kabupaten Garut, Dedi Hasan Bahtiar, mengajak seluruh kader menjadikan Bulan Bung Karno sebagai ruang refleksi terhadap ideologi bangsa sekaligus memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Menurut Dedi, bulan Juni memiliki makna historis karena memuat sejumlah peristiwa penting yang berkaitan dengan Bung Karno, mulai dari Hari Lahir Pancasila, hari kelahiran Sang Proklamator, hingga hari wafatnya.

“Bagi kader-kader GMNI, Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai bahan refleksi mengenai ideologi bangsa. Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa, pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, serta perekat bagi masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujarnya.

Dedi menilai GMNI sebagai organisasi kader memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan serta mampu menjawab tantangan zaman.

“Sebagai organisasi kader, GMNI harus mampu melahirkan SDM yang berkualitas dan siap ditempatkan di berbagai arena kehidupan. Kader harus mampu menjawab seluruh tantangan yang ada,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa GMNI bukan organisasi yang berafiliasi dengan partai politik tertentu. Menurutnya, setiap kader memiliki kebebasan menentukan jalur pengabdian, termasuk jika memilih berkiprah di dunia politik.

Baca Juga:   Sepekan Pasca Lebaran, Penumpang KA "Jarak Jauh" Menurun dan KA "Lokal" Makin Meriah

“GMNI adalah milik bersama. Tidak ada afiliasi politik kepada satu partai tertentu. Kader GMNI yang ingin berkiprah di partai politik mana pun tentu diperbolehkan sesuai dengan pilihan dan pengabdiannya masing-masing,” jelas Dedi.

Menanggapi dinamika yang terjadi di internal organisasi, Dedi menyebut hal tersebut sebagai bagian yang wajar dalam kehidupan berorganisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan menghormati perbedaan pandangan.

“Saya melihat ini sebagai dinamika organisasi yang harus dihormati. Yang terpenting adalah tetap memegang spirit kebangsaan, spirit Pancasila, dan spirit ideologi sebagai pegangan bersama,” tegasnya.

Sebagai alumni, Dedi berharap seluruh elemen GMNI dapat terus menjaga soliditas organisasi dan memperkuat perannya dalam mencetak kader bangsa yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Pancasila. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *