GOSIPGARUT.ID — Sepekan pasca Lebaran, tren penumpang KA jarak jauh dari Stasiun Besar Bandung dan stasiun khusus kelas ekonomi Kiaracondong, menuju timur cenderung sudah menunjukan penurunan.
Di sisi lain, aktivitas penumpang KA lokal yang menghubungkan kawasan pinggiran ke jantung “Kota Kembang” memperlihatkan antusiasme tinggi masyarakat dalam melakukan mobilitas dalam suasana Idul Fitri 1443H.
“Khusus lokal, itu perharinya bisa mencapai 50 ribu penumpang pada saat ramai seperti ini. Sabtu kemarin juga tembus hingga 56.900 orang,” kata Jubir PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo dalam keterangannya, Minggu (8/5/2022).
Untuk KA lokal memang menawarkan banyak pilihan perjalanan seperti KA Lokal Bandung Raya yang menghubungkan Bandung dengan Cicalengka dan Padalarang, serta KA Garut Cibatuan, Garut-Cibatu-Padalarang hingga Purwakarta.
Untuk KAJJ, Daop 2 Bandung mencatat bahwa tren penurunan itu merujuk kepada data pergerakan keberangkatan penumpang pada Minggu (8/5/2022).
Hingga siang penumpang yang tercatat berangkat 6.453 orang dari Stasiun Bandung sedangkan dari Kiaracondong sekitar 1.905 orang.
Kiaracondong sendiri di masa Angkutan Lebaran tak jarang memberangkatkan hingga 3.200 penumpang per harinya.
“Untuk hari ini sebenarnya, tiket yang terjual dari Bandung tercatat 12.568 lembar,” kata Kuswardojo. Selain empat keberangkatan mandiri selama Lebaran, Kiaracondong juga dilintas KA Serayu relasi Jakarta-Purwokerto dan sejumlah KA komersial.
“Sedangkan tiket yang sudah terjual sejak hari pertama Posko pada 22 April lalu hingga saat ini, total mencapai 213.209 tiket,” katanya.
Posko juga mencatat bahwa warga yang sudah balik dari kampung halaman ke Bandung visa stasiun sebanyak lebih dari puluhan ribu orang.
“Puncak kedatangan itu terjadi pada Rabu (4/5) lalu dengan jumlah 15.975 orang. Hari ini akan ada sebanyak 10 ribu orang dari dua stasiun besar di Bandung itu. Secara total, hari ini tercatat sudah lebih dari 74.043 pengguna jasa yang masuk ke Bandung,” katanya. (SM)



.png)


















